CitraGarden City Jakarta: Perjalanan Lebih dari Empat Dekade Sebuah Kota
Pada 1984, di dekat Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Ciputra Group mulai membangun proyek hunian pertamanya.
Sejarah CitraGarden City dimulai dari sana. Lebih dari empat dekade kemudian, di lahan sekitar 450 hektare yang sama, berdiri puluhan cluster rumah, apartemen, rumah sakit, kawasan kuliner, dan danau.
Baca Juga: Biaya SC ERACS di Ciputra Hospital CitraGarden City Jakarta
Pertumbuhan itu tidak terjadi dalam semalam. CitraGarden City tumbuh bertahap, dari Citra 1 hingga Aeroworld 8, dengan fasilitas yang ditambahkan dari waktu ke waktu.

Awal Mula CitraGarden City
Ciputra Group didirikan oleh Dr. (HC) Ir. Ciputra pada 22 Oktober 1981, saat itu dengan nama PT Citra Habitat Indonesia. Proyek pertama yang dikembangkan adalah CitraGarden City, dimulai pada 1984 di dekat Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Kawasan ini dulu lebih dikenal dengan nama Citra Garden atau Perumahan Citra. Lokasinya di Kalideres dan Cengkareng, Jakarta Barat, sekitar 15 kilometer dari pusat kota menurut profil resmi Ciputra.
Sejak awal, proyek ini dikembangkan sebagai perumahan berskala besar. Kawasannya kemudian dikenal lewat sejumlah zona bernama Citra 1, Citra 2, dan seterusnya sampai Aeroworld 8.
Linimasa Sejarah CitraGarden City

Dari peluncuran awal hingga menjadi kota mandiri, ada sejumlah titik balik yang membentuk wajah CitraGarden City seperti sekarang.
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1981 | Ciputra Group didirikan dengan nama PT Citra Habitat Indonesia (22 Oktober) |
| 1984 | Pengembangan CitraGarden City dimulai, proyek pertama Ciputra Group |
| 2013 | Kantor pemasaran Aeroworld 8 berdiri di bangunan non-permanen di lokasi proyek |
| Desember 2015 | Ciputra Hospital CitraGarden City, rumah sakit kedua Ciputra Healthcare, melakukan soft opening |
| Februari 2016 | Kantor Marketing Point Aeroworld 8 yang baru diresmikan (19 Februari) |
| Mei 2016 | Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan RPTRA Kalideres (3 Mei) |
| Februari 2018 | Aeroworld 8 seluas sekitar 82 hektare dipasarkan; 154 dari 187 unit cluster AeroVille sudah terjual |
| Maret 2025 | Cluster Malta bergaya Mediterania diperkenalkan lewat product knowledge virtual (6 Maret) |
| 2025 | Ciputra Group memperkenalkan The Forestine, kawasan forest home di Jakarta Barat |
| Juli 2026 | Ciputra Cancer Center diresmikan di Ciputra Hospital CitraGarden City |
Dari linimasa itu terlihat bahwa pembangunan di CitraGarden City tidak berhenti pada rumah. Kantor pemasaran, rumah sakit, ruang bermain anak, sampai layanan medis baru ikut hadir dari waktu ke waktu.
Dari Citra 1 sampai Aeroworld 8
Hingga kini, CitraGarden City terdiri atas beberapa zona: Citra 1, Citra 1 Ext, Citra 2, Citra 2 Ext, Citra 3, Citra 3 Ext, Citra 5, Citra 6, Citra 7, Citra 7 Ext, dan Aeroworld 8.
Aeroworld 8, yang juga disebut Citra 8, adalah zona terdepan dan yang paling dekat dengan bandara. Letaknya di antara Tol JORR 1 dan JORR 2. Panduan lokasinya ada di artikel Citra 8 CitraGarden City.
Di sisi lain, Citra 6 dan Citra 7 menjadi rumah bagi hunian vertikal dan hunian tepi danau. Perbandingannya dibahas di artikel apartemen dan rumah dijual di Citra 6 dan Citra 7.
Aeroworld 8, Wajah Baru di Dekat Bandara

Cerita Aeroworld 8 dimulai jauh sebelum kawasannya ramai. Menurut siaran Ciputra Residence, kantor pemasarannya sudah berdiri sejak 2013 di sebuah bangunan non-permanen di lokasi proyek. Pada 19 Februari 2016, kantor Marketing Point yang baru diresmikan.
Dua tahun kemudian, hasilnya mulai terlihat. Kontan melaporkan pada 26 Februari 2018 bahwa Aeroworld 8 seluas sekitar 82 hektare sedang dikembangkan Ciputra Residence. Di cluster AeroVille, 154 dari 187 unit sudah terjual, atau lebih dari 80 persen, dengan harga sekitar Rp1,8 miliar sampai Rp2,7 miliar.
Pada saat yang sama, tipe Cressida di cluster Aero Mansion fase 2 ditawarkan sekitar Rp2,1 miliar untuk 40 unit, dengan bangunan 58 meter persegi di atas tanah 75 meter persegi. Cluster Aero Mansion sendiri seluas sekitar 9,5 hektare dan dilengkapi danau.
Edwin Wardhana, yang saat itu menjabat General Manager CitraGarden City, optimistis proyek ini akan cepat terserap pasar, baik oleh pembeli untuk dihuni maupun investor.
Danau Citra 8 kini dikenal lewat Sunset Avenue, kawasan komersial tepi danau. Lokasi dan isinya dirangkum di artikel Sunset Avenue Dimana, sedangkan dua danau di CitraGarden City dibahas di Danau Citra Garden.
Fasilitas yang Tumbuh Bersama Penghuni
Sebagai kawasan berskala kota, CitraGarden City sejak lama dilengkapi fasilitas yang saling menunjang. Profil kawasan di situs ini mencatat instalasi pengolahan air bersih, sport club, sekolah, pasar modern dan tradisional, supermarket, bank, klinik, serta layanan purna jual dan estate management.
Dari sisi kesehatan, tonggak terpentingnya adalah soft opening Ciputra Hospital CitraGarden City pada Desember 2015. Dibangun di lahan 1,2 hektare dengan luas bangunan tahap pertama 25.500 meter persegi, rumah sakit ini menyediakan 236 tempat tidur.
“Ciputra Hospital CitraGarden City akan menjadi rumah sakit komunitas sekaligus rujukan,” ujar Cakra Ciputra, Managing Director Ciputra Healthcare, saat itu.
Layanannya terus bertambah. Pada Juli 2026, Ciputra Cancer Center diresmikan di rumah sakit ini, hasil kerja sama dengan Singapore Medical Group dan Curie Oncology. Dua bulan kemudian, Memory Clinic diluncurkan bertepatan dengan Hari Alzheimer Sedunia. Profil lengkap rumah sakitnya ada di halaman Ciputra Hospital CitraGarden City Jakarta.
Fasilitas untuk warga juga tumbuh di luar sektor kesehatan. Pada 3 Mei 2016, RPTRA Kalideres diresmikan untuk ruang bermain anak. Untuk makan bersama, ada pusat kuliner Ciffest di Citra 6 dengan 14 restoran dan kafe.
Dari Rumah Menengah sampai Hunian Tepi Danau
Segmen produk CitraGarden City ikut melebar seiring waktu. Pada 2018, rumah di cluster AeroVille ditawarkan di kisaran Rp1,8 miliar sampai Rp2,7 miliar. Kini pilihannya jauh lebih beragam.
Pada Maret 2025, CitraGarden City memperkenalkan Cluster Malta lewat product knowledge virtual yang diikuti lebih dari 500 agen properti. Tiga tipenya, Azura, Terra, dan Zephira, mengusung desain Mediterania yang menurut Jeffrey Jie, Head of Department Sales & Marketing CitraGarden City, “elegan dan timeless”.
Ada pula The Forestine dengan konsep forest home, serta hunian vertikal seperti Citra Living di Citra 7 dan CitraLake Suites di Citra 6. Di segmen tertinggi, CitraLake Villa menawarkan villa tepi danau.
Menurut data di situs ini, hunian di dalam dan sekitar kawasan mulai Rp1,64 miliar di CitraGarden Puri sampai Rp17 miliar untuk villa Virtue di CitraLake Villa. Harga bisa berubah, jadi cek halaman proyek untuk angka terbaru. Rangkuman semua sub-kawasan ada di artikel perumahan di Jakarta Barat.
CitraGarden City Hari Ini
Profil resmi Ciputra mencatat CitraGarden City sebagai kota mandiri seluas sekitar 450 hektare dengan lebih dari 10.000 rumah dan tingkat hunian mencapai 90 persen. Jumlah penduduknya disebut sekitar 50.000 jiwa. Di situs ini, kawasan tersebut tercatat memiliki sekitar 64 cluster residensial.
Angka-angka itu bersumber dari profil kawasan dan bisa bergeser mengikuti perkembangan terbaru. Yang pasti, kawasan ini masih terus menambah produk dan fasilitas, dari hunian sampai layanan kesehatan.
Baca Juga: Rumah 3 Kamar di Jakarta: Pilihan Tipe di Citra Homes Halim, CitraGarden City, dan The Forestine
Menjadi Bagian dari Perjalanan CitraGarden City
Perjalanan sejarah CitraGarden City dari 1984 hingga kini menunjukkan satu hal: kawasan ini tidak berhenti pada satu definisi.
Pada 1984, ia baru dimulai di dekat bandara sebagai proyek pertama Ciputra Group. Lebih dari empat dekade kemudian, ia menjadi kawasan dengan rumah sakit, danau, pusat kuliner, dan hunian untuk berbagai kalangan. Definisinya terus bergeser, tetapi arahnya sama: makin lengkap dan makin banyak dihuni.
Bagi yang tertarik menjadi bagian dari kota mandiri ini, pilihan cluster dan hunian yang tersedia saat ini bisa dilihat di halaman CitraGarden City Jakarta.
