Cosmo, Hunian Dua Lantai Harga Paling Terjangkau di CitraGrand City

CitraGrand City sebagai kawasan kota terpadu seluas 250 Hektar kini menghadirkan Cluster Terbaru, Green Valley sebagai salah satu pilihan investasi terbaik bagi masyarakat kota Palembang. Berlokasi di jantung kota CitraGrand City, Cluster Green Valley kedepannya akan memiliki akses selangkah menuju ke berbagai fasilitas seperti sekolah global, kawasan rekreasi air EcoPark, pusat bisnis dan komersil, dll. Selain itu untuk menunjang berbagai aktivitas dan interaksi para penghuninya, CitraGrand City juga menghadirkan EcoClub sebagai fasilitas Cluster Green Valley yang di dalamnya terdapat outdoor gym, children playground dan function room.

Memanfaatkan lahan seluas 70 m2, Cosmo dirancang dengan penuh pertimbangan baik berdasarkan estetika tampilan maupun fungsionalnya. Dengan bangunan seluas 57 m2, hunian dua lantai ini memiliki konsep modern minimalis dengan tampilan box fasad yang tegas dan nuansa warna cerah yang memberi kesan elegan pada fasad hunian.

Dari sisi tata ruang dalam, hunian ini dirancang secara fungsional dan mengutamakan kenyamanan penghuni, dibagi menjadi dua zona, lantai satu sebagai zona untuk aktivitas keluarga dan lantai dua sebagai zona privat untuk beristirahat.

Senada dengan tampilan fasad yang elegan, pada sisi interior ini menerapkan konsep Modern Contemporary dengan permainan panel kayu diagonal serta pemilihan warna universal seperti cokelat untuk tema interiornya yang mampu memberikan kesan cozy dan menentramkan bagi para penghuninya.

Berfungsi sebagai area untuk beraktivitas para anggota keluarga, area lantai satu ini tentunya harus memberikan rasa lega dan nyaman untuk menunjang aktivitas keluarga. Dengan lebar 5 meter, ruang keluarga dan pantry di lantai satu ini dirancang tanpa sekat sehingga ruang utama ini tetap dapat terasa lapang.

Dari sisi fungsionalnya, daerah di bawah tangga yang dimanfaatkan sebagai kamar mandi serta Pantry yang menyatu dengan dining table menjadi pembuktian bahwa dengan ruangan yang terbilang tidak terlau luas, kita tetap dapat memaksimalkan ruangnya agar tetap terjaga kesan mewahnya tanpa meninggalkan aspek fungsional.

Selain itu, pengaplikasian cermin warna bronze yang dipadu dengan wallpaper bermotif kayu mampu menambah kesan cozy dan mewah pada ruangan. Pemilihan warna sofa dan kursi yang cukup cerah ditambah dengan aksesoris bantal juga memberikan kesan “Fresh” dan “eye catching” pada ruangan ini.

Sebagai zona privat, lantai dua seluas 5×6 meter ini digunakan untuk area khusus beristirahat dimana terdapat master bedroom, children bedroom dan kamar mandi. Mementingkan kenyamanan kedua orang tua saat beristirahat, furniture pada area master bedroom ini menggunakan unsur kayu serta dinding dan wallpaper berwarna cokelat yang mampu memberikan suasana nyaman, elegan namun tetap natural.

Selain itu, fungsi dressing table lebih dimaksimalkan dengan menyatukannya bersama wardrobe sebagai pengganti sidetable, dan panel TV yang dipasang dapat menyembunyikan wiring TV sehingga terkesan lebih rapih.

Untuk Children bedroom, warna maskulin menjadi pilihan dengan pertimbangan bahwa kedepannya dapat digunakan oleh anak laki-laki maupun perempuan serta tetap dapat digunakan walaupun usianya sudah beranjak dewasa. Permainan pintu sliding pada lemari pakaian yang dipandu dengan frame alumunium hitam dengan kaca film hitam berfungsi untuk memaksimalkan ruang serta menambahkan kesan modern industrial pada ruangan ini.

Kunci terakhir dari interior Cosmo ini adalah, tetap menjaga estetika dan fungsi ruangan melalui penggunaan furniture dengan design custom fixed furniture, karena pada beberapa kasus loose furniture banyak menyisakan ruang yang akhirnya tidak berfungsi dengan baik dan terbuang sehingga memberikan kesan hunian semakin sempit.

Bagi Anda yang tertarik dengan tipe Cosmo ini, atau ingin melihat show unit tipe lainnya, Anda bisa mengunjungi Cluster Green Valley mulai 16 Desember 2017 ini. Datang dan rasakan langsung suasana menjadi penghuni di Cluster ini.

Banjir Hadiah Dan Reward Warnai Launching West Portofino

Di penghujung tahun 2017, CitraRaya kembali melakukan launching produk hunian terbarunya, West Portofino. Pada 26 November 2017 lalu, West Portofino resmi diluncurkan bersamaan dilaksanakannya pemilihan unit. Dalam promonya, konsumen dimanjakan dengan reward yang menarik, dimana dalam setiap pembelian unit West Portofino berhak mendapatkan satu unit LED TV 43 inchi. Tidak hanya itu, diakhir pelaksanaan launching para konsumen juga dimanjakan dengan berbagai hadiah door prize yang tak kalah menarik. Berupa 3 unit LED TV 43 inch, sebuah Samsung A7, satu unit Samsung Note 8 dan 10 Voucher Belanja di Eco Plaza masing-masing sebesar Rp 1jt.

Dipandu MC gaek dari sebuah penyiar radio swasta nasional, menjadikan Launching West Portofino menjadi lebih hidup. Terlebih, alunan live musik yang membawakan lagu-lagu barat jaman now, semakin membawa pengunjung dalam suasana hati yang gembira. Terlebih lagi, kehadiran face painting mampu memberikan kebahagiaan bagi konsumen mapun putra dan putri para konsumen yang turut hadir dalam launching ini. Yang tidak kalah menariknya, hidangan yang tersedia pun cukup menggoda, dan pastinya bikin ketagihan. Hasilnya, bisa dipastikan mendapatkan prestasi tersendiri dalam pemasarannya. Sold Out hingga 80 persen.

West Portofino, didedikasinya menjadi portofolio konsumen untuk mendapatkan hunian yang baik bagi keluarga tercinta. Terlebih, kawasan hunian ini telah dikelilingi oleh berbagai fasilitas yang sudah beroperasional. Bisa dibilang kehadiran West Portofino mampu merefleksikan sebuah kebutuhan hunian yang baik untuk keluarga tercinta, sekaligus investasi yang menguntungkan bagi konsumenna.

Hunian Terbaik

Sebagai perumahan dengan skala kota mandiri, CitraRaya selalu berinovasi untuk memberikan
pilihan hunian terbaik bagi masyarakat, salah satunya dengan meluncurkan cluster West Portofino pada 26 November ini. Cluster West Portofino ini merupakan jawaban dari kebutuhan masyarakat akan rumah yang modern, berlokasi strategis, dan terjangkau. Terletak dalam Kawasan Villagio, cluster West Portofino dikelilingi oleh fasilitas kota terpadu yang lengkap, seperti children playground, sistem keamanan 24 jam, dan bulevard utama ROW 15. Tak hanya itu, West Portofino merupakan cluster terdepan di Kawasan Villagio menjadikan lokasinya begitu strategis karena dekat dengan Universitas Esa Unggul Kampus 2, Mal Ciputra, serta akses jalan ke Curug – Serpong.

Berkonsep hunian modern, cluster West Portofino menawarkan tiga tipe hunian. Tipe pertama yaitu Piccino yang memiliki luas bangunan 31 meter persegi dan luas tanah 72 meter persegi. Tipe kedua
adalah Medio, memiliki luas bangunan 44 meter persegi dengan luas tanah 84 meter persegi. Tipe
terakhir yang juga terluas bernama Vasto, memiliki luas bangunan 49 meter persegi dan luas tanah 96
meter persegi. Semua tipe hunian terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi sehingga sangat cocok untuk Anda tinggali bersama keluarga. Setiap unit juga dilengkapi dengan rangka atap baja ringan, kusen aluminum, serta double dinding pada pembatas samping

Hunian di cluster West Portofi no juga dilengkapi dengan fasilitas pemasangan telepon rumah serta
instalasi televisi kabel dan internet. Untuk tambahan fasilitas ini, para penghuni West Portofi no akan
mendapat bonus free abodemen selama setahun sejak serah terima. Khusus pembelian hingga 31 Desember 2017, rencana serah terima akan dilakukan pada 31 Desember 2020. Dengan berbagai keunggulan dan fasilitas yang diberikan, cluster West Portofi no ditawarkan dengan harga sangat terjangkau yakni mulai dari Rp 490 juta.

Peresmian Citra Maja Raya, Gerbang Kota Baru Publik Di Barat Jakarta

Peresmian pembangunan proyek terbesar Ciputra Group dilahan seluas 2.000 hektar digadangkan menjadi gerbang kota baru publik di Maja, Lebak Banten. Proyek hasil kolaborasi PT Ciputra Residence, PT Hanson Internasional Tbk, dan PT Putra Asih Laksana sekaligus menjadi cikal bakal dan ikon bertumbuhnya kota baru publik ini. Ciputra Group-pun sangan mendukung program pemerintah lainnya dengan menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Pemerintah (FLPP).

Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Perhubungan secara langsung memberikan dukungannya kepada Citra Maja Raya yang turut andil dalam perencanaan program pembangunan kota baru publik di Maja ini dengan meresmikan secara langsung oleh Bapak Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan) dan Bapak Basuki Hadimulyono (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Dalam kesempatan yang sama, Acara Peresmian Citra Maja Raya juga akan dihadiri Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Dalam pelaksanaan peresmian Citra Maja Raya turut diramaikan dengan hadirnya ribuan undangan dan masyarakat juga berbagai media nasional dan lokal yang menyaksikan pertunjukan seni tari Maja, Bebak Banten. Pertunjukan Seni Tari Walijamaliha yang merupakan tarian selamat datang khas Provinsi Banten dan Rampak Bedug sekaligis menjadi penanda dimulainnya berbagai prosesi dalam rangkaian acara peresmian Citra Maja Raya. Selanjutnya, dalam prosesi peresmian Citra Maja Raya dilanjutkan denga dilakukan penandatanganan prasasti dan pemukulan 12 bedug secara bersamaan . Sebelumnya akan dilakukan video presentasi Citra Maja Raya.

Dalam upaya mendukung program pemerintah, Founder Ciputra Group, Ciputra dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembangunan Citra Maja Raya merupakan langkah nyata Ciputra Group dalam upaya mendukung percepatan dan pemerataan pembangunan kota baru Maja yang masuk dalam salah satu dari 10 kota baru yang dicanangkan pemerintah. Tidak hanya melengkapi diri dengan berbagai infrastrukturnya. Ciputra Group juga menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sebagai upaya untuk mengurangi jumlah backlog yag saat ini telah mencapai lebih dari 13 ribu unit per tahunnya.

“Dalam perencanaan pembangunan yang kami di Citra Maja Raya kota ini kami didesain dengan konsep TOD (transit oriented development), yaitu pengembangan kawasan berbasis sistem transportasi massal, yang sudah didukung KA Commuter Line, rel double track, dan sarana stasiun yang lebih modern. Sekaligus upaya kami untuk mendukung pemerintah dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan emanfaatkan transportasi masal. Selain itu, akan ada banyak fasilitas pendukung yang akan dibangun seperti ecopark park, pasar modern, sekolah, fasilitas keagamaan, dan sebagainya sehingga Citra Maja Raya dapat berkembang sebagai kota yang mandiri,” kata Bapak Ciputra dalam acara peresmian pembangunan Citra Maja Raya, di Maja, Lebak, Banten, Sabtu (18/11).

Ciputra menegaskan pengembangan Citra Mega Raya merrupakan sebagai dukungan terhadap program pemerintah dalam menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dari total 10.000 rumah yang telah dibangun sejak proyek ini dimulai 2015 silam, 8.000 rumah di antaranya dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu akan dibangun lagi 1.000 rumah MBR dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Citra Maja Raya Mampu Tampung 1,2 Juta Jiwa

Dalam kesempatan sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Maja, Lebak Banten merupakan satu dari 10 proyek kota baru publik yang akan dikembangkan pemerintah di seluruh wilayah di Indonesia. Di Citra Maja Raya sendiri, lanjut Basuki, Kawasan permukiman yang dibangun sejak 2015 itu diperkirakan dapat menampung hingga 1,2 juta jiwa saat sudah rampung. “Jadi bukan Citra Maja Raya saja, tapi kota Maja di sebelah barat Jakarta ini untuk menahan urbanisasi supaya orang tidak perlu ke Jakarta,” ujar Basuki.

Hal senada juga diungkapkan Menhub Budi Karya Sumadi, “Untuk mendukung konsep TOD, Kementerian Perhubungan berencana mengembangkan akses transportasi menuju lokasi, seperti Stasiun Maja yang saat ini dilewati KRL, ada juga pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja yang akan dikembangkan oleh swasta dalam waktu dekat ini, sehingga pembangunan kota baru publik di Maja ini dapat berjalan dengan cepat. “Saya apresiasi pembangunan di Maja ini sebagai kolaborasi swasta dan pemerintah. Dekat-dekatlah dengan kami untuk perencanaan. Presiden selalu sampaikan kita harus bekerja dengan swasta,” jelas Menhub Budi Karya Sumadi.

Peresmian Citra Maja Raya menjadi babak baru kota baru publik Maja. Rancangan pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan akses informasi menjadi langkah awal pemerintah dalam mengebut menjalankan amanat dan pesan nawacita ketiga dalam membangun Kota Baru Publik Maja yakni “Membangun Indonesia dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah-daerah dan Desa Dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia” serta amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 melalui progran pembangunan 10 Kota Baru Publik.

“pengembangan Kota Baru Maja sangat bagus posisinya. Terlebih, saat ini telah ada ultimate program Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan, seperti pembangunan Waduk Sindangheula dan Waduk Karian yang sedang berjalan, rel kereta api double track, Jalan Tol Serang-Panimbang, Jalan Tol Serpong-Balaraja, pembangunan jalan Pamulang-Maja serta pembangunan rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) bersubsidi dan infrastruktur permukiman. Dengan diresmikannya Citra Maja Raya merupakan babak baru dalam pembangunan kota baru publik di Maja, sehingga pembangunan dan pertumbuhan penduduk, sosial, ekonomi juga akan bertumbuh. Kami sangan apresiasi dengan perencanaan pembangunan Citra Maja Raya yang cepat dan efektif ini,” tambah MenPUPR, Basuki.

[cycloneslider id=”cmr-launch”]

Citra Aerolink Batam Akan Jadi Pusat Aeromarinetropolis Development

PT Ciputra Residence optimis bisnis manufaktur, oil & gas, dan perkapalan di Batam segera recovery seiring mulai stabilnya perekonomian nasional. Dengan membaiknya tiga pilar penggerak ekonomi Batam tersebut, diyakini akan turut menggairkan bisnis properti di Kota Batam, terutama sub-sektor industrial estate.

Pasalnya, wilayah Batam memiliki posisi yang sangat strategis dalam konteks perekonomian negara Republik Indonesia. Letak geografisnya yang bersebelahan dengan Singapura inilah, menjadikan Batam sebagai simpul logistik Nusantara yang utama.

“Secara natural, Batam memiliki potensi yang luar biasa, dan jika tiga pilar ekonomi (manufaktur, oil & gas, dan perkapalan) ini kembali berkembang, kami optimis pertumbuhan ekonomi Batam bisa lebih kencang seperti dahulu,” kata Budiarsa Sastrawinata, President Director PT Ciputra Residence, kepada insan pers di sela-sela acara “Project Commencement Citra Aerolink Batam, Kamis (26/10/2017), di Kabil, Batam.

Project Commencement Citra Aerolink Batam ini dihadiri Gubernur Kepulauan Riau, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si., Walikota Batam, H. Muhammad Rudi, Deputi Bank Indonesia Eko Waluyo Purwoko, dan Komisaris PT Citra Tubindo, Tbk. Ilham Akbar Habibie.

Budiarsa mengatakan, acara hari ini menandai dimulainya pekerjaan konstruksi proyek Citra Aerolink Batam. Project Commencement ini adalah wujud konkrit pengembang Citra Aerolink Batam untuk menepati komitmennya kepada konsumen yang telah melakukan pembelian.

“Di proyek ini, kami terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan nilai tambah proyek, agar investasi konsumen semakin berkembang. Kami melakukan beberapa perubahan desain dan masterplan untuk mengakomodasi perubahan situasi pasar saat ini berkembang pesat,” ungkap Budiarsa.

Citra Aerolink Batam merupakan sebuah kawasan yang terintegrasi dengan kawasan pergudangan, kompleks komersil, dan apartment, seluas 20,6 hektare yang dikembangkan oleh PT Ciputra Residence dan Citramas Group, pengembang dari Kabil Industrial Estate, dengan total investasi.

Berlokasi sangat strategis di dalam kawasan Kabil, Integrated Industrial Estate, yang mendapatkan keinstimewaan sebagai Obyek Vital Nasional, dan serta fasilitas KLIK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi), menjadikan kawasan ini terjaga keamanannya dan mendapatkan kemudahan di dalam pengurusan perijinan yang tidak diberikan kepada kawasan industri yang biasa.

Dalam kesempatan yang sama, Kris Wiluan Komisaris Kabil Industrial Estate menjelaskan, beberapa fasilitas dan pengembangan pendukung penting di sekitar Citra Aerolink Batam, juga berpotensi menambah nilai properti investasi proyek ini, seperti Citra Nusa Seaport, sebuah pelabuhan cargo yang terletak tepat di belakang Citra Aerolink Batam, yang mampu melayani cargo skala besar.

“Lokasi proyek kami juga dekat dengan pengembangan kawasan MRO (Maintenance, Repairing and Overhaul Operation) pesawat terbang di kawasan Bandara Hang Nadim Batam yang hanya berjarak 5 menit dari lokasi, serta sangat dekat dengan Nongsa Digital Park yang merupakan sentra pengembangan usaha digital skala internasional yang akan dikembangkan di Batam,” jelas Kris.

Kris menambahkan, jarak Pelabuhan Ferry Nasional Punggur & Internasional Nongsapura yang berjarak sekitar 10 km membuat Citra Aerolink Batam akan diproyeksikan sebagai pusat pengembangan Aeromarinetropolis Development.
“Sebagai bukti komitmen kami, maka sejak awal September 2017 telah dimulai pengerjaan tahap pertama pematangan lahan area pergudangan Citra Aerolink Batam, dan diikuti tiang pancang di awal September. Dijadwalkan bangunan dapat diserahterimakan pada pertengahan 2018,” kata Kris.

Gudang yang dibangun di Citra Aerolink Batam saat ini memiliki 3 pilihan ukuran, type Bronze dengan luas 300 m2, Type Silver dengan luas 360 m2, serta type Platinum dengan luas 504 m2, harga mulai Rp3,1 miliar hingga Rp5 miliar. Gudang multiguna ini memiliki 2 lantai dimana bagian depan dari bangunan digunakan sebagai kantor, sedangkan bagian belakang memiliki ceiling height sampai 8 meter, sehingga dapat digunakan sebagai area kerja dan penyimpanan barang.

Salah satu keunikan utama dari proyek Citra Aerolink Batam, lanjut Kris, adalah penerapan konsep EcoCulture yang dapat dilihat dari penerapan konsep Green Building. Dari fasad bangunan, terdapat green wall yang jarang kita temui pada proyek lain. Selain itu konsep green building diterapkan pada pencahayaan skylight untuk area kerja dan juga sistem ventilasi silang untuk menjamin sirkulasi udara yang baik.

“Konsep smart industry dapat diterapkan di proyek ini akan dilengkapi dengan sambungan fiber optic dengan sambungan jaringan internet berkecepatan tinggi, sehingga pemilik dapat memantau lingkungan, dan bangunan di Citra Aerolink melalui gadget,” kata Kris.

Nantinya pengelolaan kawasan Citra Aerolink akan dikelola secara professional dan menerapkan Integrated loading- unloading and parking system, yaitu setiap kendaraan container yang masuk untuk bongkar muat akan diatur, agar tidak terjadi bongkar muat di depan unit gudang, melainkan harus melakukan bongkar muat di dalam unitnya masing-masing, sehingga tidak mengganggu lalu lintas dari kendaraan lain, serta menjaga estetika kawasan.

Terapkan Manajemen HSE, Ciputra Residence Targetkan Zero Accident

Angka kecelakaan kerja di Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan trend peningkatan, 5 – 10 persen per tahun. Dari data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, hingga akhir 2015 telah terjadi kecelakaan kerja sebanyak 105.182 kasus.

Sementara kasus kecelakaan berat yang mengakibatkan kematian tercatat sebanyak 2.375 kasus dari total jumlah kecelakaan kerja. Dan yang paling memprihatinkan, dari 100 ribu pekerja, 30 persen insiden kecelakaan terjadi pada sektor konstruksi.

Karena itu, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) berharap, implementasi sistem manajemen keselamatan kerja dapat dilaksanakan oleh semua perusahaan, khususnya yang terkait dengan sektor konstruksi. Namun sayangnya, dari sekitar 221 ribu perusahaan yang tergolong high risk, malah belum banyak menerapkan sistem K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Herman Prakoso Hidayat saat memberikan sambutan di acara Pembukaan PT Ciputra Residence Health, Safety & Environment Awards 2017 di Ciputra Artpreneur, Ciputra World 1 Jakarta, Rabu (08/11/2017).

Menurut Herman, untuk menekan angka kecelakaan kerja seminim mungkin, semua perusahaan harus penerapan sistem manajemen K3 sesuai SOP (Standard Operating Procedure). Untuk itu, Kemenaker sangat mengapresiasi keseriusan PT Ciputra Residence dalam mengimplementasikan sistem manajemen Health, Safety & Environment (HSE) dan menggalakan program ini sebagai budaya kerja di semua proyek yang dibangunnya.

“Kami menilai Program HSE PT Ciputra Residence berhasil mendukung pemerintah dalam memperkecil potensi dan angka kecelakaan kerja di Indonesia. Seharusnya perusahaan-perusahaan sektor real estate juga mulai membudayakan K3 di masing-masing proyeknya. Penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja adalah masih rendahnya kesadaran akan pentingnya penerapan K3. Ada salah kapra di kalangan perusahaan yang selalu dianggap implementasi K3 sebagai beban biaya, padahal K3 itu adalah investasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja,” kata Herman.

Di samping menerapkan sistem manajemen HSE yang ketat, sejak tahun 2015 PT Ciputra Residence rutin menggelar PT Ciputra Residence Health, Safety & Environment Awards. Pemberikan penghargaan ini bertujuan memotivasi dan mengapresiasi para kontraktor, subkontraktor, dan karyawan PT Ciputra Residence yang mengimplementasikan budaya K3 dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata mengatakan, HSE Award ini merupakan wujud apresiasi PT Ciputra Residence atas dedikasi seluruh mitra kontraktor yang telah berkomitmen menerapkan budaya Health, Safety & Environment, guna mencapai zero accident dan zero loss time injury dalam setiap pembangunan proyek PT Ciputra Residence.

Menurut Budiarsa, pihaknya merasa bangga menjadi sebagai pengembang pertama di Indonesia yang menyelenggarakan PT Ciputra Residence HSE Awards (sejak 2015). PT Residence sangat mendukung program Visi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3LH) Nasional.

“PT Ciputra Residence menerapkan HSE Management secara ketat bukan semata-mata untuk memenuhi persyaratan regulasi dan komitmen dengan pihak ketiga, namun lebih kepada kepedulian perusahaan untuk memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik,” tegas Budiarsa.

Bagi PT Ciputra Residence, lanjut Budiarsa, implementasi Heath Safety & Environment Management merupakan instrumen investasi perusahaan dalam memperlancar proses produksi, bukan sebagai cost yang membebani anggaran proyek. Oleh karena itu, setiap kontraktor yang akan menjadi mitra kerja PT Ciputra Residence diwajibkan memiliki komitmen yang sama dengan PT Ciputra Residence untuk menjalankan HSE sesuai dengan Standard Operating Procedure yang ditetapkan pemerintah.

“Saat ini, semua kontraktor dan subkontraktor yang mengerjakan proyek-proyek Ciputra Residence kami wajibkan memahami dan implementasi HSE dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Dengan begitu, kita bersama-sama mampu melindungi pekerja kita dari kecelakaan kerja yang merupakan aset perusahaan,” kata Budiarsa.

Budiarsa, penerapan manajemen HSE di lingkungan Ciputra Residence berdampak positif terhadap prosedur kerja perusahaan, sehingga terjamin kualitas hasil kerjanya. Tidak hanya itu, beberapa mitra kontraktor baru yang menjadi kandidat dalam proses penilaian semakin bertambah dan tidak sedikit pula yang berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang PT Ciputra Residence Health, Safety & Environment Awards tahun ini.

“Hal ini juga sebagai pemicu bagi para mitra kontraktor lainnya untuk saling berlomba menjadi yang terbaik dalam memahami dan menjalankan program ini dengan bersunggguh-sungguh dan bertanggung jawab.” tandas Budiarsa.

Associate Director Ciputra Group, Yusanto Harijatno menambahkan, dengan pemberian penghargaan ini, para mitra kontraktor, baik yang telah atau baru akan lebih komit untuk membentuk budaya kerja yang aman, nyaman dan efisien.

Dengan tema Improving Productivity and Value Through Strong HSE Culture, Jusanto mengajak peran mitra kontraktornya untuk lebih peduli dalam menjamin keselamatan karyawan, pekerja dan masyarakat sekitar untuk mencapai tujuan bersama yaitu mencapai zero accident dan zero loss time injury.

“Kami mengucapkan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya untuk seluruh penerima penghargaan karena selain sudah mendukung terselenggaranya PT Ciputra Residence Health, Safety & Environment Award ini. Harapan kami ke depan, program ini menjadi dasar untuk mewujudkan Indonesia Berbudaya Keselamatan Kerja sehingga siap menghadapi persaingan dunia,” tegas Yusanto.

Citra Towers, Pasok Kantor Premium Untuk Perkuat Kemayoran Jadi CBD

Kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat saat ini tengah tumbuh menjadi kawasan elit dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya. Salah satunya jaringan infrastruktur jalan yang tertata rapi dan lebar karena diuntungkan sebagai warisan dari runway eks Bandara Kemayoran.

Pertumbuhan proyek properti yang pesat di kawasan tersebut menumbuhkan keyakinan banyak pihak bahwa Kemayoran bisa melakukan metamorphosis menjadi kawasan alternatif central business district (CBD) Jakarta. Salah satunya datang dari Indonesia Property Watch (IPW) yang menilai Kemayoran sebagai kawasan pertumbuhan baru.

Dalam hal ini, Ciputra Group ikut masuk ke Kemayoran untuk memberikan sumbangan besar bagi kawasan itu supaya bisa mewujudkan harapan menjadi klaster baru CBD Jakarta. Director PT Ciputra Residence, Nararya Sastrawinata mengatakan Ciputra membangun Citra Towers, gedung perkantoran kelas premium setinggi 28 lantai di Kemayoran.

“Citra Towers akan melengkapi fasilitas di Kemayoran untuk menjadi CBD Jakarta yang baru. Kami membangun space perkantoran strata title untuk kebutuhan korporasi dan start up company yang membutuhan konsep perkantoran yang modern dan berkualitas,” ujar Nararya, Kamis (2/11), di Jakarta.

Dia menambahkan Kemayoran masih kekurangan space perkantoran karena selama ini kebanyakan pebisnis yan beroperasi di lokasi itu masih menggunakan ruang kantor berupa rumah toko (ruko).

Dengan begitu, lanjutnya, Citra Towers diharapkan bisa menjadi pemasok ruang perkantoran yang ideal untuk memenuhi kebutuhan korporasi dan start up yang beraktifitas di Kemayoran. “Yang butuh ruang kantor premium dan modern ya kami sediakan di Citra Towers. Termasuk pebisnis yang selama ini berkantor di ruko bisa pindah berkantor di Citra Towers. Proyek ini akan mulai kami serah terimakan ke pembeli akhir 2018.”

Menurut Nararya, Citra Towers memiliki nilai tambah yang tinggi dengan konsep pengembangan yang ramah lingkungan. Komitmen terhadap isu lingkungan ini telah membawa proyek Citra Towers menjadi proyek pertama di Asia Tenggara yang mengantongi Sertifikat EDGE dan dianugrahi sertifikat Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) dari International Finance Corporation (IFC).

Creo

Hendry Tamzel, Director PT Ciputra Residence, menambahkan Citra Towers dibangun setinggi 28 lantai dengan kapasitas sebanyak 407 unit ruang perkantoran strata title.

Dia menjelaskan proyek office building ini dirancang untuk mengisi dua segmen pasar perkantoran. Pertama, Typical Floor yang disediakan untuk korporasi dan pebisnis mapan yang butuh ruang kantor dengan luas medium antara 105 m2 hingga 174 m2.

Typical Floor dibagi menjadi High Zone dan Low Zone, dimana per lantainya hanya ada 12 unit kantor. Kenyamanan menjadi perhatian bagi pengembang, dimana disediakan 4 lift di lantai low zone dan 4 lagi di lantai high zone, beserta tambahan executive lift dan service lift.

Kedua, Creative Office (Creo) untuk pasar dari kalangan start up company yang ingin melakukan investasi kantor. Creo disediakan dengan tipe unit yang sesuai dengan kebutuhan para pebisnis start up dengan luas 15 m2 hingga 74 m2 per unit. Ada 131 unit ruang kantor Creo yang disediakan di lantai 2, 3 dan 5.

Creo disiapkan sebagai sebuah kantor yang nyaman dan modern bagi pebisnis dan perusahaan start up untuk berkembang lebih cepat. Pebisnis awal yang biasa berkantor di rumah atau di ruko ditawarkan untuk memiliki ruang perkantoran strata title ini. Untuk kelompok Creo disediakan juga fasilitas receptionist, meeting room, creative lounge dan berbagai kebutuhan lain untuk mendukung kegiatan bisnis mereka.

“Jadi pebisnis memiliki unit kantor yang mereka beli dan mereka bisa pula menggunakan ruang meeting room dan creative lounge yang kami sediakan secara sewa kalau mereka membutuhkannya,” kata Hendry.

Menurut dia, Ciputra merancang konsep perkantoran yang kekinian, dimana disediakan empat lantai podium untuk ruang ritel yang nantinya akan diisi dengan ruang cinema, fasilitas gym, restoran, laundry, hingga supermarket untuk menunjang kebutuhan lifestyle.

Hendry menambahkan, pemasaran unit ruang kantor di Citra Towers masih terus dilakukan walau saat ini sudah terjual sekitar 75% dari total 407 unit yang disediakan di gedung kantor tersebut.

“Kami menyediakan skema pembelian dengan program cash keras, cash bertahap, DP bertahap dan berbagai skema yang meringankan bagi pembeli, “ katanya.

Menurut dia, harga ruang kantor yang disediakan tergolong medium tapi dengan kualitas premium. Hendry memberi contoh untuk Creo ini tergolong murah untuk pebisnis dan korporasi start up karena hanya banderol dengan harga berkisar Rp500 jutaan untuk unit dengan luas 15 m2 dan Rp690 jutaan untuk tipe luas 18 m2.

CitraGrand City Dukung Mahasiswa Kembangkan Ide-Ide Kreatif Digital Marketing Di Bidang Properti

Mendukung generasi muda untuk mengembangkan ide-ide kreatif menuju generasi entrepreneur, pada Kamis, 26 Oktober 2017 CitraGrand City melalui Gunadi Wirawan selaku Project Director berperan sebagai salah satu juri untuk acara tahunan Unika Musi Charitas, MCMC (Musi Charitas Management Celebration) National Solution Fix Up Competition dengan tema “Be Creative Problem Solver to Build a New Generation of Entrepreneur”.

Acara yang juga mengundang Suwandi Hermawan, S.E. selaku Ketua IKA-UKMC dan Januar Dharmawan selaku Deputy Director Sales and Marketing BigTv diikuti oleh berbagai universitas dari wilayah-wilayah di Indonesia seperti Universitas Gajah Mada, Universitas Tarumanegara, Universitas Darma Cendika, Universitas Atma Jaya, Universitas Parahyangan, Universitas Surabata, Universitas Ciputra, Universitas Widya Mandala dan juga Universitas Katholik Musi Charitas sebagai tuan rumahnya.

Acara MCMC National Solution Fix Up Competition tahun ini diselenggarakan berkat kerjasama Unika Musi Charitas sebagai tuan rumah dengan IMA (Indonesia Marketing Association) Chapter Palembang. Mengusung tema “Be Creative Problem Solver to Build a New Generation of Entrepreneur”, para peserta bertugas untuk memberikan beragam solusi maupun ide-ide kreatif untuk menyelesaikan business case yang diberikan baik dari pihak Studio Kreasindo melalui Erik Stefano, CEO & Founder sebagai juri di hari pertama (25 Oktober 2017) dan hari kedua (26 Oktober 2017) melalui Gunadi Wirawan, Project Director CitraGrand City.

[cycloneslider id=”cgcp-univ”]

Memilih tema “Efektivitas Digital Marketing di Bisnis Properti” CitraGrand City sadar bahwa saat ini merupakan era digital dan sudah saatnya CitraGrand City sebagai developer juga sadar akan hal ini. “Beragam perusahaan sudah berlomba-lomba untuk menggunakan teknik marketing secara Digital saat ini. Dan kami salah satunya yang sadar bahwa Digital Marketing ini juga penting untuk meningkatkan awareness CitraGrand City di masyarakat maupun meningkatkan revenue kita. Kami ingin agar para peserta bisa membantu kami menganalisa, sejauh mana efektivitas Digital Marketing ini untuk bisnis Properti” ujar Gunadi Wirawan selaku Project Director CitraGrand City.

Melalui acara ini, Gunadi menginformasikan bahwa pihaknya mendapatkan beragam point of view yang berbeda dari para peserta. “Mahasiswa ini ide-idenya masih sangat fresh dan tentunya mengikuti trend yang ada saat ini. Jadi kami coba untuk menjadi wadah bagi ide-ide kreatif Mahasiswa ini dan beberapanya mungkin bisa kami jalankan dan terapkan di CitraGrand City,” tutupnya.

Groundbreaking Mal Ciputra CitraRaya Tangerang

CitraRaya Tangerang adalah proyek pengembangan kota baru terpadu yang terbesar oleh Grup Ciputra. Kota baru ini mulai dibangun sejak tahun 1994 dengan luas pengembangan mencapai 2.760 hektar. Hingga kini, CitraRaya telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dengan segala kelengkapan fasilitas umum dan komersialnya, dalam memenuhi segala unsur kebutuhan penghuninya. Salah satu kegiatan pembangunan yang terbaru, adalah melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) Mal Ciputra – CitraRaya Tangerang pada 19 Oktober 2017.

President Director PT Ciputra Residence Bapak Budiarsa Sastrawinata mengatakan peletakan batu pertama ini merupakan langkah awal dimulainya pembangunan pusat perbelanjaan terbesar di Tangerang Barat. Mal ini, akan dibangun diatas lahan seluas 4,5 hektar di kawasan Central Business District CitraRaya. Mal Ciputra CitraRaya Tangerang, tidak hanya akan menjadi ikon tetapi sekaligus sebagai pusat kegiatan bisnis retail modern dan menjadi destinasi baru di Kota CitraRaya dan sekitarnya. Saat ini, akan segera bergabung tenant-tenant besar di Mal ini, diantaranya Farmers Market, CGV Cinemas, Matahari Department Store, Fun World, Fun & Fit, KiDZiLLA, dan masih banyak lagi.

“Mal Ciputra CitraRaya Tangerang terdiri dari 6 lantai dan merupakan bagian dalam pengembangan tahap pertama kawasan Central Business District (CBD) CitraRaya seluas 164.075 m2 gross floor area. Kawasan CBD tersebut dibangun dalam 3 tahapan pembangunan. Dimana, dalam 2 tahun pertama akan dibangun mal, tahap kedua adalah perluasan mal dan pembangunan hotel, dan ketiga, kita akan membangun high rise apartment,”kata Bapak Budiarsa, dalam “Groundbreaking Mal Ciputra CitraRaya Tangerang” di Tangerang, Kamis, 19 Oktober 2017.

Kota Mandiri CitraRaya, lanjut Budiarsa, kini telah menjelma sebagai salah satu regional business center yang kuat di Tangerang Barat. Untuk memposisikan diri sebagai regional business center di Tangerang, CitraRaya semakin melengkapi diri dengan dibangunnya fasilitas-fasilitas prestisius dan ikonik berwawasan lingkungan. Kini, di CitraRaya telah berdiri lebih dari 25.000 unit perumahan dan komersial, dengan jumlah penduduk lebih dari 65.000 jiwa.

“Terlebih CitraRaya juga dikelilingi oleh lebih dari 600 perusahaan nasional dan mancanegara. Tentunya ini merupakan potensi yang menguntungkan bagi para tenant kita dalam mengembangkan bisnisnya di CitraRaya”.

Perkembangan populasi CitraRaya yang pesat dibarengi dengan berbagai penambahan fasilitas skala kota yang existing seperti, Pasar Modern, City Market, Auto Center, Sekolah, Universitas, Rumah Ibadah, Sports Club, Family Club, Hotel, Trans Feeder Busway, Ciputra Hospital, EcoPlaza dan Theme Park sebagai wahana hiburan keluarga. Di CitraRaya juga sudah beroperasi puluhan perbankan nasional, baik swasta maupun BUMN. Untuk penunjang kebutuhan dan kemudahan transaksi, terdapat pula ATM Center yang ditempatkan di berbagai titik strategis.

Tidak hanya itu, lanjut Bapak Budiarsa, “Kawasan kota ini juga dilengkapi pusat kuliner seperti, CitraRaya Food Festival (Ciffest) dan MardiGras. Sejalan dengan pembangunan berkesinambungan, CitraRaya juga melengkapi diri dengan Office Park. Kebutuhan akan gedung perkantoran ini tidak lepas dari terus berkembangnya kawasan industri Koridor Cikupa – Cikande – Cilegon sebagai destinasi investasi bagi perusahaan swasta nasional dan multinasional”. “Dengan dimulainya pembangunan Mal Ciputra CitraRaya Tangerang ini, maka makin lengkaplah fasilitas komersial untuk pemenuhan gaya hidup perkotaan warga CitraRaya dan sekitarnya,”kata Bapak Budiarsa mengakhiri keterangannya.

CitraRaya City Jambi Memiliki Potensi Sebagai Destinasi Wisata Hydroponic

Memiliki lahan yang sangat luas hingga 1.000 hektar, kota mandiri CitraRaya City Jambi ternyata juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam hydroponic dan Pusat Pendidikan dan Latihan (Diklat) Entrepreneur.

Selain itu, tanah di CitraRaya City Jambi yang tergolongan subur, ditambah dengan suasana alam yang masih asri, membuat kawasan ini sangat cocok untuk pengembangan wisata alam, sekaligus Pusat Diklat Entrepreneur berbasis pertanian/perkebunan.

Dalam merealisasikan rencana tersebut, Ciputra Group (pengembang CitraRaya City Jambi) akan menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Jambi untuk mengembangkan bisnis hydroponic di kawasan CitraRaya City Jambi. Dimana penjanjian nota kesepamahan telah ditandatangani pada, 15 Agustus 2017, silam.

Director Ciputra Group Meiko Handoyo menjelaskan, di tahap awal ini pihaknya akan meminjamkan lahan untuk pengembangan bisnis hydroponic tersebut kepada Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Melalui proyek ini, Ciputra Group ingin generasi muda (mahasiswa) mengetahui dan mengembangkan potensi-potensi sumber daya alam, khususnya pertanian.

“Lebih jauh, kami berharap kawasan pengembangan bisnis hydroponic di CitraRaya City Jambi, juga dapat menjadi obyek wisata dimana orang yang datang bisa memetik langsung dan memakan buah-buah segar langsung dari pohonnya,” ujar Meiko Handoyo.

Tujuan dari kerjasama ini, kata Meiko Handoyo, pengembang CitraRaya City Jambi ingin memfasilitasi para mahasiswa untuk mengembangkan keilmuan dan bakat bisnis di bidang pertanian.

Ke depan, CitraRaya City Jambi juga akan dibangun tempat hangout yang dilengkapi dengan jaringan internet, khususnya bagi para mahasiswa dan pelajar yang ingin suasana baru.

“Di situ kami akan bekerjasama dengan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) untuk berjualan makanan dan minuman. Selepas kuliah para Mahasiswa bisa hangout dengan rekan-rekannya sambil ngobrol santai materi kuliah, karena lokasi CitraRaya City Jambi sangat dekat dengan kampus Universitas Jambi,” ungkap Meiko Handoyo.

Dengan demikian, lanjut Meiko Handoyo, kawasan CitraRaya City Jambi makin ramai, dan aktifitas bisnis terus berkembang. Perkembangan positif ini akan memberikan nilai tambah kepada penghuni CitraRaya City Jambi.

Nagoya is My Hometown!

Sejatinya, setiap manusia selalu ingin tinggal di comfort zone (zone nyaman), yaitu di sebuah lingkungan berkualitas dimana mereka merasa menyatu lingkungan dan ikatan emosional kekerabatan/kemasyarakatan yang kuat.
Lingkungan yang berkualitas yang dimaksud di sini adalah dalam pengertian luas, yaitu lingkungan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan. Kemudahan adalah suatu keadaan yang tidak rumit (susah) dalam menjalankan hidup, bekerja, dan bermain (live, work, and play) yang semuanya dapat dilakukan dalam satu lingkungan. Sementara kenyamanan adalah perasaan nyaman berada di sebuah lingkungan, dimana orang tersebut merasa bagian dari kekerabatan (keluarga) yang telah tercipta di lingkungan tersebut.

Di dalam lingkungan berkualitas, seluruh kebutuhan dan aktivitas live, work, and play dapat dipenuhi oleh lingkungan itu. Namun itu saja belum cukup, sebab dibutuhkan kenyamanan, agar orang betah tinggal hingga puluhan tahun di situ. Kenyamanan itu datang, terutama dari keharmonisan hubungan interaksi sosial kemasyarakatannya, keramahan masyarakat, dan pola hidup simbiosis mutualisme (cara hidup bersama yang saling menguntungkan).
Inilah alasannya, mengapa orang akan mengalami lifestyle syndrome, jika mereka pindah atau dipindahkan dari comfort zone ke lingkungan baru. Mereka akan merasa asing di lingkungan barunya, karena kehilangan keramahtamahan kerabat dan lingkungan yang selama bertahun-tahun terbina. Ibarat pohon, mereka seakan tercabut hingga ke akar-akarnya, dan di lahan baru belum tentu pohon tersebut bisa hidup seperti di lahan sebelumnya, tumbuh subur dengan dedaunan yang rimbun.

Potret sempurna
Sayangnya, di era milenial sekarang ini tidak mudah kita temukan lingkungan berkualitas yang comfort zone (dalam pengertian luas). Di Indonesia hanya sedikit kita temui lingkungan berkualitas seperti yang dimaksud di atas, salah satu yang terbaik adalah kawasan Nagoya, Batam, yang merupakan potret sempurna dari satu lingkungan berkualitas (comfort zone) yang ada di Indonesia.

Nagoya adalah distrik komersial yang menjadi icon sentra perdagangan modern dan pusat lifestyle, sekaligus hunian terbeken di Kota Batam. Kawasan ini merupakan kota tua yang memiliki sejarah panjang dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan perekonomian Kota Batam dari masa ke masa.

Tidak ada satu episode kehidupan pun yang tidak dapat dilakukan di Nagoya. Mulai dari bersantai (hangout), berbelanja, rekreasi, bekerja, berbisnis, dan lain sebagainya, semua dapat dilakukan di small metropolis ini. Tidak ada wilayah lain di Kota Batam yang township facilities-nya selengkap dan seramai Nagoya.

Sebagai episentrum Kota Batam, di kawasan Nagoya setidaknya terdapat sekitar 100 hotel mulai dari bintang 1 sampai bintang 4, terdapat sekitar 20 kantor perbankan (lokal, nasional, hingga asing), dikelilingi 8 pusat perbelanjaan, ratusan restoran segala jenis kuliner, ratusan pertokoan (tas, jam tangan, elektronik dan parfume), puluhan perusahaan jasa travel, lembaga pendidikan khusus, money changer, dan lain sebagainya.

Dari “rahim” Nagoya ini pula banyak melahirkan kisah-kisah sukses anak manusia dari generasi ke generasi. Mereka hidup dalam suatu sistem lifestyle kekerabatan yang saling melengkapi dan memiliki hubungan emosional yang kuat di antara mereka. Secara alami mereka berbagi peran membentuk satu “orchestra kehidupan” yang sangat harmonis.
Ada yang berperan sebagai pedagang, pengusaha, karyawan, dan lain sebagai, dimana mereka saling mengisi dan melengkapi satu sama lainnya. Harmoni kehidupan di Nagoya membentuk satu mata rantai ekonomi kehidupan yang berkesinambungan. Seluruh kebutuhan dan aktivitas live, work, and play dapat dilakukan di Nagoya, Batam.

Easy living
Ini alasan kuat mengapa banyak keluarga hidup di Nagoya hingga turun memurun, yang tidak sedikit sudah mencapai 3 generasi di kawasan Nagoya. Selama puluhan tahun itu pula mereka dimanjakan dengan kehidupan yang serba mudah (easy living) di lingkungan yang berkualitas. Nagoya memberikan kenyamanan hidup yang tidak akan didapatkan, jika mereka tinggal di kawasan selain Nagoya.

Bagaimana tidak nyaman tinggal di Nagoya? Kalau segala aktivitas, mulai mereka bangun tidur (pagi hari) sampai akan tidur lagi (pagi hingga malam) dapat dikerjakan di kawasan Nagoya. Mereka bekerja, berbisnis, makan, belanja, olahraga, berinteraksi sosial, dan mencari hiburan tidak perlu jauh-jauh. Dengan beberapa langkah kecil semua destinasi aktivitas sehari-hari bisa dengan mudah dicapai.

Sebelum beraktivitas (bekerja atau berbisnis) mereka masih dapat bersantai dengan keluarga atau sahabat di cafe atau restoran yang bertebaran di kawasan Nagoya. Tidak perlu membuang waktu dan stress ½ hingga 1 jam berkendara untuk menuju tempat kerja dan bisnis mereka. Tinggal dan beraktivitas dalam satu kawasan, membuat masyarakat urban Nagoya punya banyak waktu bersosialisasi dengan keluarga dan tetangga sekitar yang menyenangkan, sehingga tidak banyak yang berpikir untuk keluar dari Nagoya.

Gaya hidup masyarakat urban Nagoya ini telah menjadi trend dan tipikal masyarakat perkotaan Kota Batam umumnya. Sudah menjadi “kodrat” masyarakat urban Batam untuk tinggal di lokasi (Nagoya) yang terkoneksi dengan berbagai kemudahan dan kenyamanan hidup. Buktinya, ada banyak masyarakat urban yang “bela-belain” hidup di ruko-ruko (rumah toko), hanya untuk tinggal di dekat Nagoya atau tengah kota.

Semua keunggulan itu akan selalu menjadikan “Nagoya is My Hometown!” yang selalu dikenang dan dirindukan. Ke depan, kecintaan kepada Nagoya akan semakin lengkap dengan kehadiran megaproyek superblock, Citra Plaza Nagoya besutan pengembang papan atas, Ciputra Group. Berada di lokasi yang sangat strategis, di jantung kawasan Nagoya. Jadi siap-siaplah tinggal dan berbisnis di jantung episentrum perekonomian Kota Batam.