Health Safety Environment (HSE) Award 2015

[cycloneslider id=”hse-award”]

Dengan mengutamakan keselamatan dalam bekerja, PT Ciputra Residence meluncurkan sistem manajemen Health, Safety and Environment (HSE) dan menggalakkan program ini sebagai sebuah budaya yang diterapkan di semua proyek yang dibangunnya. Program HSE atau yang lebih dikenal dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) di Indonesia diimplementasikan oleh para kontraktor yang menjadi mitra di setiap proyek.

Untuk mengapresiasi keterlibatan total 85 mitra kontraktor, yang terdiri dari kontraktor Bangunan, infrastuktur dan Lingkungan serta taman, maka PT Ciputra Residence berinisiatif menyelenggarakan penganugerahan HSE Awards 2015 untuk pertama kalinya hari ini di Ciputra Artpreneur. Acara ini bertujuan untuk memilih mitra kontraktor yang berkomitmen dan konsisten melaksanakan program Health, Safety and Environment (HSE) di masing-masing proyek. Adapun mitra kontraktor yang selama ini telah bekerja sama dengan PT Ciputra Residence sendiri terdiri dari 38 kontraktor Bangunan, 31 kontraktor Infrastruktur dan 16 kontraktor Lingkungan serta Taman.

Bapak Budiarsa Sastrawinata selaku Presiden Direktur PT Ciputra Residence mengatakan, ”Kami sebagai salah satu pengembang pertama di Indonesia yang melaksanakan HSE Awards sangat mendukung program Visi K3L Nasional yaitu menciptakan Indonesia Berbudaya K3L di tahun 2015, sehingga kami mewajibkan setiap pekerja yang terlibat dalam proyek kami untuk menerapkannya demi mewujudkan terciptanya budaya keselamatan kerja yang kuat sehingga bersama-sama menghasilkan bangunan hunian atau komersial dengan kulaitas yang terbaik untuk konsumen”.

Mitra-mitra kontraktor tersebut menjalankan pekerjaannya untuk proyek-proyek dibawah PT Ciputra Residence diantaranya:
1. CitraRaya Tangerang
2. CitraGarden City Jakarta
3. CitraGarden City Aeroworld 8
4. CitraGrand City Palembang
5. CitraRaya City Jambi
6. CitraLake Suites – CitraGarden City
7. CitraLakes Sawangan
8. Citra Maja Raya
9. CitraGarden BMW Cilegon
10. CitraGarden Aneka Pontianak
11. Citra Towers Kemayoran
12. Citra Plaza Kemayoran
13. Citra Aerolink Batam
14. CitraGarden Hills Samarinda

Sistem Penilaian

Proses penilaian dilakukan pihak internal dengan mengacu pada aturan yang berlaku, sistem monitor dan evaluasi yang menyeluruh. Berikut ini adalah kriteria-kriteria yang ditetapkan sebagai penilaian bagi mitra kontraktor dalam berpartisipasi di HSE Awards 2015:

1. Leading Indicators atau indikator positif yang dilakukan atau diterapkan untuk meningkatkan kinerja HSE. Aktivitas-aktivitas yang mendukung kriteria ini adalah:
– Program training atau sosialisasi HSE oleh Ciputra Residence
– Meeting bulanan HSE oleh Ciputra Residence
– Briefing HSE oleh kontraktor kepada para pekerja
– Program HSE yang akan dilakukan oleh kontraktor

2. Lagging Indicators atau penilaian terakhir yang dilakukan untuk melihat apakah program tersebut berhasil dan sesuai dengan harapan. Parameter penilaiannya meliputi:
– Jumlah kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya waktu kerja
– Hasil inspeksi
– Hasil audit
– Hasil penilaian kontraktor per proyek bulanan

Adapun 6 (enam) mitra kontraktor yang terpilih dan berhak dinobatkan sebagai Best Performance in Safety baik untuk kategori kontraktor bangunan dan infrastruktur berdasarkan proyek adalah:

1. CitraRaya Tangerang
PT ASRI KARYA BINANGUN untuk kategori kontraktor bangunan
PT BUMI SAKTI HARAPAN untuk kategori kontraktor bangunan
PT PILAR ABDI WIJAYA untuk kategori kontraktor bangunan

2. CitraGarden City Jakarta
PT METROPOLITAN SURYA GRAHA untuk kategori kontraktor bangunan
PT ASRI KEMASINDO untuk kategori kontraktor infrastruktur

3. CitraGrand City Palembang
PT RANCANG SELARAS untuk kategori kontraktor bangunan

Associate Director PT Ciputra Residence, Jusanto Harijatno menyatakan, “Kami mengucapkan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya untuk seluruh penerima penghargaan Best Performance in Safety karena selain sudah mendukung program K3 yang kami canangkan, juga memahami esensi untuk bersama-sama menekan angka kecelakaan kerja sehingga peningkatan kinerja pekerja.”

Selain memberikan bagi para kontraktor, dalam acara ini juga diadakan penanda tanganan Komitmen HSE yang menegaskan kedua belah pihak untuk kembali berperan serta , dan dilanjutkan penyerahan Sertifikasi Partisipasi Program HSE yang akan diterima oleh seluruh mitra kontraktor. ”Harapan kami kedepannya agar program HSE ini menjadi dasar untuk mewujudkan Indonesia Berbudaya Keselamatan Kerja sehingga siap menghadapi persaingan dunia”, ujar Jusanto menambahkan.

CitraGarden BMW Tawarkan Rumah Murah Bagi Para Karyawan Perusahaan

Dalam meningkatkan pemasaran sekaligus menurunkan angka backlog perumahan di Cilegon, CitraGarden BMW Cilegon memberikan penawaran khusus kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Cilegon dan sekitarnya untuk membantu para karyawannya dalam memiliki rumah berkualitas.

Dalam promo ini, CitraGarden BMW sedikitnya menawarkan ke 96 perusahaan di Cilegon dan sekitarnya, salah satunya adalah perusahaan Baja terbesar di Indonesia, Krakatau Posco. CitraGarden BMW sendiri merupakan salah satu mahakarya terbaik dari Ciputra Group, yang berlokasi di Cilegon-Serang, provinsi Banten. Keberadaannya selain memberikan efisiensi sebagai hunian alternatif bagi karyawannya juga dapat menjadi investasi yang baik.

Kelebihan lainnya, CitraGarden BMW merupakan primadona perumahan di Cilegon. Cluster modern ini dilengkapi dengan fasilitas lengkap, masterplan dari proyek ini adalah penataan ruang yang memberikan zonasi antara hunian, ruang terbuka hijau, area komersial dan fasilitas umum.

CitraGarden BMW menjadi satu-satunya perumahan idaman di Cilegon yang memadukan desain cluster rumah modern dengan sentuhan alami. Keunggulan lainnya, pada bagian depan kawasan ini terdapat area komersial utama dengan fasilitas lengkap, karena lokasi proyek ini yang merupakan jalur sutra yang menghubungkan antara kota Cilegon dengan kota Serang. Selain itu, adanya Anchor Tenant yang cukup ternama juga membantu area ini menjadi destinasi baru di kota Cilegon-Serang.

CitraGarden Aneka Gelar Aksi Peduli Melawan Asap

[cycloneslider id=”cga-masker”]

Kabut asap yang sudah lebih dari beberapa minggu ini menutupi pulau Kalimantan, termasuk kota Pontianak kini kian menebal. Aktifitas masih terus berlanjut hingga saat ini, jalanan pun masih terlihat ramai dan penuh dengan mobil dan motor.

Kemarin hingga hari ini (16-17 September) CitraGarden Aneka kembali membagikan beberapa masker dibeberapa ruas jalan diantaranya persimpangan lampu merah pasar Flamboyan. Dimana tingginya tingkat pengendara pada saat arus balik. Sebagian besar karyawan karyawan CitraGarden Aneka turut andil dalam pembagian masker ini, tanpa terkecuali. Semoga kabut asap ini cepat mereda, dan segala aktifitas dalam kembali seperti semula.

CitraRaya Salurkan Jutaan Liter Air Bersih di Kecamatan Panongan

[cycloneslider id=”air-bersih”]

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya sejak awal bulan Juli lalu telah menginformasikan akan adanya musim kemarau berkepanjangan di hampir sebagian besar wilayah di Indonesia tahun ini. Termasuk di Tangerang, Banten, kemarau berkepanjangan tahun ini turut menyengsarakan warga masyarakatnya dan mengeluhkan banyaknya sumber air bersih yang selama ini menjadi satu-satunya tumpuan dalam mendapatkan air bersih mengalami kekeringan.

Imbasnya, banyak warga dan sarana umum seperti tempat ibadah kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat luasnya wilayah Banten, khususnya Tangerang yang kesulitan mendapatkan air bersih. Tak jarang, warga terpaksa harus mengeluarkan uang lebih, hanya untuk mendapatkan segalon air bersih untuk dipakai keperluan konsumsi.

Melihat kondisi ini,CitraRaya tidak hanya berpangku tangan menyaksikan musibah kekeringan yang melanda di beberapa Desa sekitar CitraRaya Tangerang. Bekerjasama dengan Muspika Kecamatan Panongan, sudah sejak pertengahan Agustus 2015 lalu CitraRaya melakukan kegiatan Amal Bhakti (Corporate Social Responsibility/CSR) dengan menyalurkan jutaan liter air bersih di berbagai Desa di Wilayah Kecamatan Panongan.

Deputy GM Manajemen Kota, Meita Mediawati mengatakan CitraRaya Tangerang telah bekerjasama dengan Muspika Kecamatan Panongan untuk melakukan pendataan di berbagai kampung yang terpapar musibah kekeringan.

“Meskipun umumnya sebagian besar Kampung di Kecamatan Panongan sudah terkena kekeringan, Kita prioritaskan dulu wilayah terparah yang terkena kekeringan. Setidaknya ada 8 Desa yang menjadi prioritas Kita untuk menyalurkan bantuan air bersih untuk warga,” kata Meita di Desa Panongan akhir Agustus lalu. Dalam kesempatan tersebut, Manajemen CitraRaya didampingi Muspika setempat mulai dari Lurah, Camat, Kapolsek dan Danramil turut menyaksikan penyaluran air bersih secara gratis.

Bantuan ini, menurut Meita merupakan kegiatan amal bhakti CitraRaya Tangerang dan Muspika Kecamatan Panongan. Dimana, hampir setiap tahun membantu menyalurkan jutaan liter air kepada yang membutuhkan. CitraRaya telah menyalurkan jutaan liter air bersih ke berbagai Desa di wilayah Kecamatan Panongan. “Untuk satu Desa minimal kita bisa menyalurkan 3 tangki mobil berisikan 2.000 liter. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak 22 Agustus lalu.”

Di wilayah Kecamatan Panongan sendiri, kegiatan penyaluran air bersih telah dilakukan sejak 22 Agustus 2015, terutama untuk 8 Desa priotitas yang mengalami kekeringan teparah seperti Desa Ranca Iyuh, Desa Ranca Kelapa, Desa Panongan, Desa Tarisi, Desa Ciakar, Desa Serdang Kulon, Desa Mekar Jaya dan Desa Peusar.

“Persediaan air bersih di CitraRaya masih tercukupi. Hal ini tidak lepas dari program water treatment yang kita kelola dengan baik sehingga berbagai kebutuhan air bersih untuk Kota Mandiri CitraRaya dan sekitarnya tercukupi dengan Baik. Dalam Program CSR CitraRaya ini, kita bantu sesama kita yang sedang kekurangan air bersih dengan turut ambil bagian dalam menyalurkan air bersih ke berbagai Desa di Wilayah Kecamatan Panongan. Jika masih dibutuhkan kita siap menyalurkannya kembali,” tutup Meita.

Fun Bike Seru Bersama CitraLake Sawangan

[cycloneslider id=”funbike”]

CitraLake Sawangan kembali menyelenggarakan event besar bertajuk “September Ceria” pada tanggal 13 September 2015. Event yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB ini merupakan salah satu bentuk strategi pemasaran unit rumah dan rukan di CitraLake Sawangan. Di acara September Ceria dan selama bulan September 2015, CitraLake Sawangan mempromosikan hadiah langsung berupa sepeda motor setiap pembelian “rukan Victoria Avenue siap pakai”.

Berbagai kegiatan yang berlangsung selama 1 hari di September Ceria diantaranya sepeda santai (Fun Bike), lomba menghias kendi, lomba mewarnai, lomba mewarnai kanvas, bazaar kuliner, dan accoustic band. Mulai pukul 06.00 WIB sekitar 400 orang sudah berkumpul di area Marketing Office CitraLake Sawangan untuk melakukan registrasi ulang Fun Bike 2015. Mengambil start di depan kantor Marketing Office, pelepasan peserta Fun Bike dilakukan Ibu Merry Lantani selaku Associate Director pada pukul 07.00 WIB. Sejauh 8 km, peserta Fun Bike melintasi rute area sekitar perumahan CitraLake Sawangan.

Usai fun bike, musik hiburan dilantunkan sambil membagi puluhan door prize kepada peserta Fun Bike. 2 Buah sepeda menjadi hadiah utama pada acara ini. Acara dilanjutkan dengan lomba mewarnai, mewarnai kendi,dan mewarnai kanvas. Sebanyak 50 anak-anak ikut berpartisipasi dalam lomba mewarnai ini. Dari terselenggaranya acara September Ceria ini CitraLake meraih penjualan sebanyak 3 unit rumah.

CitraGarden City Malang Diserbu Ratusan Orang Di Hari Pertama Pendaftaran

Proyek Terbaru Ciputra Group di Kota Malang Diserbu Ratusan Orang di Hari Pertama Pendaftaran !

-CitraGarden City Malang Merupakan Kawasan Kota Terpadu Seluas 100 Ha Dengan Mengusung Konsep Urban Resort.
-Pendaftaran Nomor Urut Pembelian (NUP) dibuka mulai 11-30 September 2015. Soft Launching 3 Oktober 2015.
-Harga Perdana Cluster Green Hill Mulai 590 Jutaan, Cluster The Peak Mulai 1,25 Milyaran.
-Promo Khusus Soft Launching: Cash 1 bulan bisa di Cicil 24 Bulan, KPR DP cicil 24 Bulan ditambah subsidi bunga KPR 2% per tahun selama 2 tahun

Malang, 13 September 2015 – Proyek perdana dan terbaru Ciputra Group di Kota Malang, CitraGarden City Malang, telah memasuki tahapan pemasaran perdananya dengan membuka Pendaftaran Nomor Urut Pembelian (NUP) mulai tanggal 11 s/d 30 September 2015. Dipasarkan 2 Cluster sekaligus yaitu, Premium Cluster The Peak harga mulai 1,25 Milyar-an dan Cluster Green Hill harga mulai 590 Jutaan. Project terbaru Ciputra Group ini mendapatkan sambutan dan antusiasme yang sangat baik dari market, hal ini dibuktikan dengan jumlah pendaftar sudah mencapai lebih dari 100 pendaftar di hari pertama, jumat 11 September 2015.

GM Marketing PT Ciputra Residence, Yance Onggo mengatakan CitraGarden City Malang begitu diminati pasar dikarenakan kombinasi yang luar biasa dari beberapa factor seperti nama besar Ciputra Group, kontur alam dan lokasi yang berada di salah satu titik tertinggi Kota Malang sehingga view-nya begitu indah ditambah kualitas udara nya yang segar, penggabungan konsep modern perkotaan (city), fasilitas komersial seperti Pusat Rekreasi Water Park & Sport Club, Hotel, Restaurant dan Area Komersial lainnya dengan keunggulan alam, serta konsep EcoCulture yang menjadi ciri khas pengembangan proyek proyek Ciputra Residence.

“Khusus Soft Launching tanggal 03 Oktober 2015, kami memberikan Special Offer Harga Perdana dan Cara Bayar seperti Harga Cash 1 bulan bisa dicicil selama 24 bulan, KPR DP cicil 24 bulan ditambah subsidi bunga KPR 2% per tahun selama 2 tahun ,” kata Yance di Malang, Minggu (13/9/2015).

Menurut Yance, fenomena membludaknya registrasi NUP ini sudah ditandai sejak digelarnya pelaksanaan Pengenalan Product (PK) CitraGarden City Malang pada 9 September lalu di Ciputra World Surabaya yang dihadiri lebih dari 1.000 Property Agent dan calon konsumen yang ingin mengetahui konsep pengembangan, tipe produk yang di pasarkan, harga jual, cara pembayaran, serta prospek untuk tinggal dan berinvestasi di CitraGarden City Malang.

Yance menjelaskan, Progress Pembangunan CitraGarden City Malang telah dimulai sejak awal tahun ini, mulai dari persiapan pembersihan lahan (land clearing), penyelesaian Gerbang Utama dengan terpasangnya patung kuda, penyelesaian Boulevard Utama, landscape lingkungan, pembentukan area (cut and fill) Premium Cluster The Peak dan Cluster Green Hill, hingga pembangunan Marketing Point.

“Mulai awal bulan September ini kami fokus mempersiapkan pembangunan Gerbang Cluster dan Rumah Contoh, yang kami harapkan bisa selesai di akhir tahun ini. Harga properti akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya progress pembangunan di lapangan, sehingga kami merasa momentum yang tepat untuk melakukan Soft Launching adalah di tanggal 03 Oktober 2015, yaitu pada saat progressnya terlihat sudah berjalan tetapi belum seluruhnya jadi, sehingga Harganya masih dimungkinkan terus naik ke depannya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Paulina Puspasari selaku Manager Marketing CitraGarden City Malang. Menurutnya, dengan menghadirkan sebuah hunian berkonsep urban resort yang mengabungkan gaya hidup modern perkotaan dengan unsur keserasian alam. CitraGarden City Malang diproyeksikan menjadi portofolio sebagai tempat tinggal, bisnis dan investasi yang menjanjikan. Tak salah bila CitraGarden City Malang kini menjadi salah satu pilihan konsumen sebagai hunian paling diminati di Kota Malang.

“CitraGarden City Malang selain mengembangkan rumah tinggal, juga akan dikembangkan berbagai fasilitas komersial dan dilengkapi pula dengan wahana rekreasi dengan akan dibangunnya Water Park & Sport Club,” ujar Paulina

Paulina menjelaskan disetiap cluster akan dilengkapi pula dengan fasilitas children playground, sistem keamanan cluster 24 jam dengan CCTV camera, jaringan kabel di bawah tanah (underground), saluran drainase lingkungan tertutup, lampu PJU menggunakan LED dan lokasi Premium Cluster The Peak dan Cluster Green Hill yang sedang dipasarkan saat ini merupakan lokasi terdepan dari area pengembangan 50Ha tahap pertama.

Ciputra Group Raih 2 Penghargaan Di Perbanas Award 2015

Ajang Perbanas Award 2015 kembali digelar dengan tujuan agar para pelaku industry dapat berkompetisi dengan menampilkan inovasi-inovasi yang terbaik. Kali ini Ciputra Group, salah satu perusahaan pengembang terbesar di Indonesia menyabet dua penghargaan dari Perbanas (Perhimpunan Bank Nasional) Award 2015, dengan kategori sebagai “Pengusaha Penyedia Perumahan Ter-Inovatif” dan “Pengusaha Penyedia Perumahan Terbanyak”.

perbanasPenghargaan diberikan secara langsung oleh Sigit Purnomo selaku Ketua Umum Perbanas kepada Candra Ciputra, selaku CEO Ciputra Property, yang diadakan Kamis malam, 10/9/2015, di Ruang Cendrawasih, Jakarta Convention Center (JCC).
Properti merupakan bisnis utama Ciputra Group yang terus berupaya dan berinovasi untuk memberi nilai tambah, menerapkan tata kelola, dan mengembangkan kawasan hunian yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Tentu semuanya memiliki kontribusi terhadap kemajuan perekonomian nasional, dengan berbagai penghargaan yang diterima ini merupakan bukti pengakuan publik terhadap usaha dan kerja keras Ciputra Group selama ini.

perbanasMelalui perumahan yang disediakan para pengusaha seperti Ciputra Group tersebut diharapkan dapat mengurangi permasalahan hunian masyarakat khususnya Indonesia dengan membangun sistem pembiayaan perbankan yang efektif dan efesien sehingga terjangkau oleh seluruh kelompok lapisan masyarakat. Serta dapat mengurangi jumlah penduduk yang menghuni permukiman kumuh.

Indonesia menjadi salah satu Negara di ASEAN yang perkembangan inkluisi keuangannya masih tergolong rendah, salah satu factor penyebabnya adalah masih rendahnya jangkauan teknologi informamsi dan minimnya infrastruktur di daerah-daerah pelosok Indonesia. Sementara untuk menciptakan keuangan unklusif butuh dibutuhkan adanya industri keuangan yang dapat bersentuhan langsung dengan masyarakat, terang Sigit Purnomo selaku Ketua Umum Perbanas.

Penghargaan Golden Property Awards 2015 kepada Aeroworld 8

Pada tahun 2015 ini, dengan bangga Aeroworld 8 mendapatkan sebuah penghargaan dari ajang bergengsi Golden Property Awards 2015 sebagai “Best Medium Scale Development Project”

Banyaknya penghargaan properti di Indonesia menuntut para penyelenggara untuk memberikan penilaian yang independen dan terpercaya. Indonesia Property Watch untuk pertama kalinya akan menggelar hajatan besar untuk memberikan apresiasi terhadap para tokoh properti dan kinerja bisnis properti di tanah air.

Golden Property Awards merupakan ajang bergengsi dan diharapkan menjadi barometer apresiasi dan penghargaan tertinggi dalam bisnis properti di Indonesia. Sebagai lembaga riset dan konsultan properti yang berpengalaman, Indonesia Property Watch menitikberatkan penghargaan yang ada berdasarkan penilaian dan riset sesuai dengan kriteria yang terukur, teruji, dan independen.

Sejak Mei 2015, tim kerja (task force) dari Indonesia Property Watch telah melakukan penilaian terhadap 250 nominator yang terbagi dalam beberapa wilayah survei, yaitu : Jakarta, Banten, Bekasi, Bogor, Cikarang, Karawang, dan Bandung untuk proyek perumahan komersial sampai perumahan sederhana dalam rangka memberikan dukungan untuk Program Sejuta Rumah yang sedang digalakan pemerintah.

Terdapat beberapa kategori terkait kategori proyek berdasarkan skala pengembangan, kategori perusahaan pengembang termasuk public-listed company, dan para tokoh yang dinilai berdasarkan kontribusi positif yang telah dilakukan untuk kemajuan bisnis properti di tanah air. Mekanisme assesmen dilakukan dengan penilaian sesuai 4 kriteria yaitu Location, Development, Marketing, dan Management, ditambah analisis mengenai kinerja keuangan untuk public-listed company.

Selain itu dilakukan poling di media sosial dan interview terhadap responden dari berbagai kalangan untuk memperkuat legitimasi penilaian. Sampai akhir Juli 2015, tim dari Indonesia Property Watch telah menyelesaikan penilaian untuk menetapkan 65 pemenang di setiap kategori. Dalam satu kategori dimungkinkan lebih dari satu pemenang per region bila mempunyai hasil nilai yang sama atau persis sama namun mempunyai faktor keunggulan di aspek tertentu. Namun dimungkinkan dalam sebuah wilayah tidak memiliki wakil pemenang dikarenakan tidak ada proyek atau pencapaian nilai dari proyek yang disurvei tidak mencapai nilai minimum.

Kondisi pasar properti saat ini yang melambat menuntut para pengembang untuk melakukan inovasi dan kreatifitas dalam pengembangan proyeknya. Hanya para pengembang yang terbaik yang dapat bertahan bahkan mengalami peningkatan kinerja dalam segala kondisi dalam pasar properti. Karenanya penitikberatan penilaian dalam Golden Property Awards 2015 kali ini juga mempertimbangkan aspek inovasi dengan adanya kategori khusus inovatif dengan konsep : Breaktrough Innovation !

Untuk pemenang di semua kategori proyek diikutsertakan dalam persaingan memperebutkan Golden Trophy sebagai penghargaan tertinggi dalam Golden Property Awards 2015 yang hanya diberikan untuk 6 pemeneng. Penilaian terhadap Golden Trophy melibatkan melibatkan penilaian dari para experts panel yang terdiri dari 9 orang yaitu : Djoko Slamet Utomo (REI), Eddy Ganefo (Ketua Umum DPP APERSI), Darmadi Darmawangsa (Ketua Kehormatan AREBI), Zulfi S. Koto (Ketua HUD), Nirwono Yoga (Pengamat Perkotaan), Syahran Lubis (Bisnis Indonesia), Tjahja Gunawan (Kompas), Suryono Herlambang (Universitas Tarumanagara), dan Ali Tranghanda (CEO Indonesia Property Watch).

Dalam ajang ini, Ciputra Group meraih penghargaan di beberapa kategori, yaitu: CitraGran dalam kategori “Large Scale Development Project (100 – 500 ha)”, Aeroworld 8 (Citra Garden City) dalam kategori “Medium Scale Development Project (25 – 100 ha)”, Ciputra World 1 dalam kategori “Commerciap Superblock”, PT. Ciputra Development Tbk dalam kategori “Top 5 Public Listed Property Company”, Ciputra Group dalam kategori “Most Powerful Property Brand”, dan Century21 dalam kategori “Best Property Agent”.

Sleeping Beauty Mountain, View Terbaik CitraGarden City Malang

Cerita Puteri Tidur (Sleeping Beauty) dalam film dan seni pertunjukan lainnya jelas tergambarkan akan kecantikan Sang Puteri. Di Indonesia, kecantikan Sleeping Beauty terpampang jelas diantara deretan gunung Panderman (kaki), Gunung Kawi (dada) dan Gunung Butak (kepala) yang membentang diantara kabupaten Malang dan Kota Batu, Malang.Biasa disebut Sleeping Beauty Mountain dan kini menjadi salah satu view terbaik Perumahan Hijau CitraGarden City Malang.

Kehadiran Gunung Puteri Tidur (Sleeping Beauty Mountain) menjadi trademark Kota Malang dan menjadi salah satu tujuan wisata yang digemari wisatawan lokal dan mancanegara karena keunikannya sebagai lukisan megah Sang Maha Pencipta.

sleeping beauty mountain

Lukisan megah Sang Maha Pencipta, Sleeping Beauty Mountain tidak hanya menjadi kebanggaan dan trademark Kota Malang saja, Sleeping Beauty Mountain juga menjadi kebangaan Perumahan Hijau CitraGarden City Malang, karena terhampar jelas dan menjadi view terbaik yang dimiliki CitraGarden City Malang.

Cluster The Peak dan Green Hill akan menjadi spot terbaik untuk dapat menikmati keindahan Sleeping Beauty Mountain. Para penghuni akan disuguhkan dengan pemandangan lukisan alam yang hijau sekaligus dapat menikmati kesejukan alam perumahan.

Persembahan Ciputra Group di Kota Malang ini sekaligus mentasbihkan selain sebagai perumahan idaman di Kota Malang yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas komersial, sarana pendidikan dan pusat rekreasi keluarga.

Mengusung konsep Urban Resort dengan menggabungkan hidup modern perkotaan serta mengedepankan unsur keserasian dengan alam memproyeksikan CitraGarden City Malang sebagai portfolio bisnis dan investasi yang menjanjikan bagi para investor yang jeli dalam melihat peluang.

Biografi Dr. Ir. Ciputra Ini Dapat Menjadi Motivasi Bagi Para Generasi Muda

Dr. Ir. Ciputra lahir di kota kecil Parigi, Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931 dengan nama Tjie Tjin Hoan, ia anak ke 3 dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio yang juga berlatar belakang keluarga sederhana. Ketika berusia 12 tahun ia kehilangan ayahnya yang meninggal di tahanan tentara pendudukan Jepang karena tuduhan palsu dianggap mata-mata Belanda.Kepahitan masa kecil telah menimbulkan tekad dan keputusan penting yaitu memiliki cita-cita bersekolah di Pulau Jawa demi hari depan yang lebih baik, bebas dari kemiskinan dan kemelaratan. Akhirnya Dr. Ir. Ciputra kecil kembali ke bangku sekolah walau terlambat. Ia terlambat karena negara kita masih dalam suasana peperangan dengan tentara Belanda maupun Jepang. Ia masuk kelas 3 SD di desa Bumbulan walau usianya sudah 12 tahun atau terlambat hampir 4 tahun. Ketika usianya 16 tahun lulus dari SD kemudian melanjutkan SMP di Gorontalo dan jenjang SMA di Menado setelah itu memasuki ITB jurusan arsitektur di Bandung. Terlambat tapi bukan berarti terhambat bukan?

Keseluruhan pendidikan masa remaja Dr. Ir. Ciputra memang merupakan gabungan dari pendidikan yang akademis dan juga non akademis, di dalam kelas dan juga di luar kelas. Inilah yang dapat disebut sebagai sekolah kehidupan yang membuat seseorang tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan utuh. Oleh karena itu tidak heran bila saat ini ia berpendapat bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membangun manusia seutuhnya dan beberapa cirinya adalah membangun moral, mendorong kreativitas dan mendidik karakter-karakter mandiri siswa-siswinya.

Karya-karya besar Ciputra begitu beragam, karena hampir semua subsektor properti dijamahnya. Ia kini mengendalikan 5 kelompok usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti. Proyek kota barunya kini berjumlah 11 buah tersebar di Jabotabek, Surabaya, dan di Vietnam dengan luas lahan mencakup 20.000 hektar lebih. Ke-11 kota baru itu adalah Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Puri Jaya, Citraraya Kota Nuansa Seni, Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Indah, Citra Indah, Kota Taman Metropolitan, CitraRaya Surabaya, Kota Baru Sidoarjo, dan Citra Westlake City di Hanoi, Vietnam. Proyek-proyek properti komersialnya, juga sangat berkelas dan menjadi trend setter di bidangnya. Lebih dari itu, proyek-proyeknya juga menjadi magnit bagi pertumbuhan wilayah di sekitarnya.

Perjalanan bisnis Ciputra dirintis sejak masih menjadi mahasiswa arsitektur Institut Teknologi Bandung. Bersama Ismail Sofyan dan Budi Brasali, teman kuliahnya, sekitar tahun 1957 Ciputra mendirikan PT Daya Cipta. Biro arsitek milik ketiga mahasiswa tersebut, sudah memperoleh kontrak pekerjaan lumayan untuk masa itu, dibandingkan perusahaan sejenis lainnya. Proyek yang mereka tangani antara lain gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh. Tahun 1960 Ciputra lulus dari ITB. Ke Jakarta…Kita harus ke Jakarta, sebab di sana banyak pekerjaan, ujarnya kepada Islamil Sofyan dan Budi Brasali. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah yang menentukan jalan hidup Ciputra dan kedua rekannya itu. Dengan bendera PT Perentjaja Djaja IPD, proyek bergengsi yang ditembak Ciputra adalah pembangunan pusat berbelanjaan di kawasan senen. Dengan berbagai cara, Ciputra adalah berusaha menemui Gubernur Jakarta ketika itu, Dr. R. Soemarno, untuk menawarkan proposalnya. Gayung bersambut. Pertemuan dengan Soemarno kemudian ditindak lanjuti dengan mendirikan PT Pembangunan Jaya, setelah terlebih dahulu dirapatkan dengan Presiden Soekarno.

Setelah pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jaya. Melalui perusahaan yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus profesional yang handal dalam menghimpun sumber daya yang ada menjadi kekuatan bisnis raksasa. Grup Jaya yang didirikan tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, kini memiliki total aset sekitar Rp. 5 trilyun.

Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra. Jumlah seluruh anak usaha dari Kelima grup itu tentu di atas seratus, karena anak usaha Grup Jaya saja 47 dan anak usaha Grup Metropolitan mencapai 54. Mengenai hal ini, secara berkelakar Ciputra mengatakan: Kalau anak kita sepuluh, kita masih bisa mengingat namanya masing-masing. Tapi kalau lebih dari itu, bahkan jumlahnya pun susah diingat lagi.Fasilitas merupakan unsur ketiga dari 10 faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Konsumen harus dipuaskan dengan pengadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial selengkapnya. Tapi fasilitas itu tidak harus dibangun sekaligus pada tahap awal pengembangan. Jika fasilitas selengkapnya langsung dibangun, harga jual akan langsung tinggi. Ini tidak akan memberikan keuntungan kepada para pembeli pertama, selain juga merupakan resiko besar bagi pengembang.

Ciputra memiliki saham di lima kelompok usaha (Grup Jaya, Grup Metropolitan, Grup Pondoh Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra). Dari Kelima kelompok usaha itu, Ciputra tidak menutupi bahwa sebenarnya ia meletakkan loyalitasnya yang pertama kepada Jaya. Pertama, karena ia hampir identik dengan Jaya. Dari sinilah jaringan bisnis propertinya dimulai. Sejak perusahaan itu dibentuk tahun 1961, Ciputra duduk dalam jajaran direksinya selama 35 tahun: 3 tahun pertama sebagai direktur dan 32 tahun sebagai direktur utama, hingga ia mengundurkan diri pada tahun 1996 lalu dan menjadi komisaris aktif. Kedua, adalah kenyataan bahwa setelah Pemda DKI, Ciputra adalah pemegang saham terbesar di Jaya.PT Metropolitan Development adalah perusahaannya yang ia bentuk tahun 1970 bersama Ismail Sofyan, Budi Brasali, dan beberapa mitra lainnya. Kelompok usaha Ciputra ketiga adalah Grup Pondok Indah (PT Metropolitan Kencana) yang merupakan usaha patungan antara PT Metropolitan Development dan PT Waringin Kencana milik Sudwikatmono dan Sudono Salim. Grup ini antara lain mengembangkan Perumahan Pondok Indah dan Pantai Indah Kapuk. Kelompok usaha yang keempat adalah PT Bumi Serpong Damai, yang didirikan awal tahun 1980-an. Perusahaan ini merupakan konsorsium 10 pengusaha terkemuka – antara lain Sudono Salim, Eka Tjipta Widjaya, Sudwikatmono, Ciputra dan Grup Jaya – yang mengembangkan proyek Kota Mandiri Bumi Serpong Damai seluas 6.000 hektar, proyek jalan tol BSD – Bintaro Pondok Indah, dan lapangan golf Damai Indah Golf.

Grup Ciputra adalah kelompok usahanya yang Kelima. Grup usaha ini berawal dari PT Citra Habitat Indonesia, yang pada awal tahun 1990 diakui sisi seluruh sahamnya dan namanya diubah menjadi Ciputra Development (CD). Ciputra menjadi dirutnya dan keenam jajaran direksinya diisi oleh anak dan menantu Ciputra. Pertumbuhan Ciputra Development belakangan terasa menonjol dibandingkan keempat kelompok usaha Ciputra lainnya. Dengan usia paling muda, CD justru yang pertama go public di pasar modal pada Maret 1994. Baru beberapa bulan kemudian Jaya Real properti menyusul. Total aktiva CD pada Desember 1996 lalu berkisar Rp. 2,85 triliun, dengan laba pada tahun yang sama mencapai Rp. 131,44 miliar. CD kini memiliki 4 proyek skala luas: Perumahan Citra 455 Ha, Citraraya Kota Nuansa Seni di Tangerang seluas 1.000 Ha, Citraraya Surabaya 1.000 Ha, dan Citra Indah Jonggol. 1.000 Ha. Belum lagi proyek-proyek hotel dan mal yang dikembangkannya, seperti Hotel dan Mal Ciputra, serta super blok seluas 14,5 hektar di Kuningan Jakarta. Grup Ciputra juga mengembangkan Citra Westlake City seluas 400 hektar di Ho Chi Minh City, Vietnam. Pembangunannya diproyeksikan selama 30 tahun dengan total investasi US$2,5 miliar. Selain itu, CD juga menerjuni bisnis keuangan melalui Bank Ciputra, dan bisnis broker melalui waralaba Century 21.

Sejak beberapa tahun lalu, Ciputra menyatakan Kelima grup usahanya – terutama untuk proyek-proyek propertinya – ke dalam sebuah aliansi pemasaran. Aliansi itu semula diberi nama Sang Pelopor, tapi kini telah diubah menjadi si Pengembang. “Nama Sang Pelopor terkesan arogan dan berorientasi kepada kepentingan sendiri,” ujar Ciputra tentang perubahan nama itu.