Articles

CitraRaya Tangerang: Perjalanan Tiga Dekade Sebuah Kota

15 September 2026 Citra

Tiga dekade lalu, kawasan Tangerang, belum banyak dikenal orang. Yang ada hanya lahan luas yang menunggu rencana besar.

Sejarah CitraRaya Tangerang dimulai dari titik itu, tahun 1994, ketika Ciputra Group memutuskan membangun kota mandiri di atas lahan seluas 2.760 hektar. Tiga puluh tahun kemudian, kawasan yang sama kini dihuni puluhan ribu jiwa, lengkap dengan rumah sakit, mal, sekolah, dan konsep kota yang disebut 10-Minute City.

Baca Juga: 9 Klinik Gigi di Cikupa, CitraRaya Tangerang

Bukan pertumbuhan yang terjadi dalam semalam. Perjalanan CitraRaya Tangerang, dari titik nol hingga menjadi salah satu kota mandiri terbesar di Indonesia, ditandai serangkaian keputusan yang diambil bertahap, satu demi satu, selama tiga dekade.

Awal Mula CitraRaya Tangerang

Ciputra Group didirikan oleh Dr. (HC) Ir. Ciputra pada 22 Oktober 1981, saat itu dengan nama PT Citra Habitat Indonesia. Proyek pertama yang digarap adalah CitraGarden City, dikembangkan sejak 1984 di dekat Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Sembilan tahun kemudian, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Ciputra Development, dan pada Maret 1994 sahamnya resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.

Di tahun yang sama, Ciputra Group meluncurkan proyek paling ambisius yang pernah digarapnya: sebuah kota terpadu seluas 2.760 hektar di Tangerang Barat. Proyek itu kemudian dikenal sebagai CitraRaya Tangerang, dan hingga hari ini masih menjadi pengembangan kota mandiri terbesar milik Ciputra Group.

Linimasa Perkembangan CitraRaya Tangerang

Dari peluncuran awal hingga menjelma jadi kota mandiri yang lengkap, ada sejumlah titik balik yang membentuk wajah CitraRaya Tangerang seperti sekarang.

TahunPeristiwa
1994Peluncuran dan pembangunan awal CitraRaya Tangerang
2011Ciputra Hospital CitraRaya Tangerang mulai beroperasi (1 November), sekaligus inisiasi program keberlanjutan EcoCulture
2013Ciputra Group menggandeng Mitsui Fudosan mengembangkan kawasan Ecopolis
2017EcoHome Apartment resmi diluncurkan; groundbreaking Mal Ciputra Tangerang (19 Oktober)
2019Menteri Perhubungan meresmikan layanan shuttle bus premium rute CitraRaya menuju Bandara Soekarno-Hatta
2020Mal Ciputra Tangerang resmi dibuka (17 Juli), jadi pusat perbelanjaan pertama di kota mandiri ini
2024Peluncuran resmi konsep “10-Minute City” (19 September)

Rentetan peristiwa ini menunjukkan pola yang cukup konsisten. Begitu satu fasilitas rampung, pembangunan berikutnya biasanya sudah menyusul, tanpa jeda yang terlalu lama.

Permintaan yang Tidak Pernah Benar-Benar Surut

Di balik deretan fasilitas yang terus bertambah, ada cerita lain yang tidak kalah menarik, yaitu bagaimana permintaan rumah di CitraRaya bertahan bahkan di masa-masa yang seharusnya sulit.

Pada 2016, misalnya, Ciputra Residence menyiapkan 1.000 unit rumah tapak CitraRaya BizHome, dibanderol Rp260 juta untuk tipe 27/60 dan Rp366 juta untuk tipe 36/72. Acara peluncuran resminya bahkan sampai dibatalkan, sebab 928 dari 1.000 unit sudah terjual duluan dengan total omset Rp340 miliar, sebelum acara peluncurannya sendiri berlangsung.

Pola serupa terulang di masa yang jauh lebih sulit. Pada Agustus 2020, di tengah pandemi yang melumpuhkan banyak sektor bisnis, CitraRaya tetap menggelar peluncuran online dua cluster sekaligus, Avante dan Viale, dan berhasil meraup transaksi senilai Rp115 miliar. Momen ini terjadi tidak lama setelah Mal Ciputra Tangerang resmi dibuka, menunjukkan kawasan ini terus bergerak meski situasi di luar sedang tidak menentu.

Segmen produknya sendiri ikut melebar seiring waktu. Kalau pada 2016 CitraRaya masih identik dengan rumah tapak terjangkau seharga ratusan juta rupiah lewat BizHome, kini kawasan yang sama juga menawarkan hunian di kelas yang jauh berbeda, seperti Cluster Fountain di Ecopolis yang dibanderol mulai Rp2 miliar. Rentang harga yang melebar ini mencerminkan bagaimana basis penghuni CitraRaya sendiri semakin beragam dari waktu ke waktu, dan menjadi tempat tinggal bagi seluruh kalangan.

Konsep 10-Minute City, Arah Baru CitraRaya Tangerang

Pada 19 September 2024, Ciputra Group melalui PT Ciputra Residence memperkenalkan babak baru bagi CitraRaya Tangerang: konsep “10-Minute City”.

Gagasannya sederhana. Seluruh kebutuhan harian, mulai dari sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga ruang terbuka hijau, idealnya bisa dijangkau hanya dalam sepuluh menit berjalan kaki, bersepeda, atau naik transportasi umum dari rumah.

“10-Minute City adalah konsep yang kami usung di CitraRaya Tangerang, sejalan dengan tren global ini,” ujar Budiarsa Sastrawinata, Managing Director Ciputra Group, dalam acara peluncuran konsep tersebut.

Konsep ini bukan sekadar jargon pemasaran. Pendekatan serupa sudah diterapkan di berbagai kota metropolitan dunia untuk menekan emisi transportasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup warganya. Pemerintah Indonesia bahkan mengadopsi prinsip yang sama dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bagi penghuni CitraRaya, artinya sederhana saja: lebih sedikit waktu di jalan, lebih banyak waktu untuk hal lain. Detail lengkap soal peluncuran konsep ini bisa dibaca di artikel Ciputra Group Hadirkan Konsep 10-Minute City.

Fasilitas yang Terus Bertambah dari Tahun ke Tahun

Kalau ditelusuri, hampir tidak ada tahun di mana CitraRaya benar-benar diam tanpa pembangunan baru.

Dari sisi kesehatan, ada Ciputra Hospital CitraRaya Tangerang, yang sejak 2011 melayani warga kawasan ini dan sekitarnya.

Dari sisi pendidikan, kawasan ini terus menambah pilihan sekolah, salah satunya lewat Inspirasi Schools yang disiapkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan berstandar internasional di CitraRaya.

Dari sisi belanja dan gaya hidup, ada Mal Ciputra Tangerang, pusat perbelanjaan terbesar di Tangerang Barat, serta EcoPlaza di kawasan Ecopolis, yang menyediakan ruang ritel seluas 13.000 meter persegi lengkap dengan bioskop, area bermain anak, dan EcoClub seluas 1.200 meter persegi.

Dari sisi rekreasi dan gaya hidup sehat, keluarga di CitraRaya bisa menikmati CitraRaya Water World, aneka taman tematik, hingga fasilitas olahraga di CitraRaya Sport Club.

Dari sisi akses, CitraRaya terhubung langsung dengan Jalan Tol Jakarta-Tangerang melalui tiga pintu keluar sekaligus, yaitu Exit Bitung, Exit Cikupa, dan Exit Balaraja Timur, ditambah layanan shuttle bus premium menuju Bandara Soekarno-Hatta yang mulai beroperasi sejak 2019.

Semua fasilitas ini dibangun bertahap, mengikuti pertumbuhan jumlah penghuni dari tahun ke tahun.

Ekosistem Kota yang Melengkapi Dirinya Sendiri

Istilah “kota mandiri” bukan sekadar label pemasaran di CitraRaya. Kawasan ini memang dirancang agar sebagian besar kebutuhan harian penghuninya bisa dipenuhi tanpa harus keluar kawasan.

Ada pasar modern dan City Market untuk kebutuhan belanja sehari-hari, Auto Center bagi pemilik kendaraan, serta rumah ibadah dari berbagai keyakinan yang tersebar di seluruh kawasan. Warga yang butuh menginap tamu dari luar kota pun punya pilihan hotel di dalam kawasan sendiri.

Mobilitas di dalam kawasan juga ditopang Trans CitraRaya, layanan bus feeder yang menghubungkan berbagai titik di dalam kota mandiri ini. Kombinasi semua fasilitas tersebut yang membuat konsep 10-Minute City terasa masuk akal untuk diterapkan, sebab fondasinya sudah lama dibangun jauh sebelum konsep itu resmi diperkenalkan pada 2024.

CitraRaya Tangerang Hari Ini dan ke Depan

Tiga puluh tahun setelah peluncurannya, CitraRaya Tangerang kini dihuni lebih dari 80.000 jiwa, tersebar di lebih dari 51 klaster perumahan dengan total lebih dari 30.000 unit residensial dan komersial, termasuk sekitar 1.800 unit komersial di dalamnya.

Ke depan, pembangunan di kawasan ini dipastikan akan terus berlanjut, sejalan dengan arah baru yang sudah dicanangkan lewat konsep 10-Minute City. Fasilitas baru, baik dari sisi hunian maupun komersial, kemungkinan besar masih akan terus ditambahkan mengikuti kebutuhan penghuninya.

Baca Juga: Rumah 2 Lantai Modern di Tangerang, Pilihan Cluster CitraRaya

Menjadi Bagian dari Perjalanan CitraRaya Tangerang

Kalau ada satu benang merah dari seluruh perjalanan ini, mungkin begini bunyinya: CitraRaya tidak pernah berhenti pada satu definisi.

Pada 1994, ia hanya sebidang lahan dengan rencana besar. Satu dekade kemudian, ia jadi kawasan hunian yang mulai ramai. Hari ini, ia menjelma kota mandiri dengan konsep mobilitas yang sejalan dengan tren global. Definisi CitraRaya terus bergeser, tapi arahnya selalu sama: makin lengkap, makin mudah dijangkau, dan makin banyak dihuni.

Perjalanan CitraRaya Tangerang dari 1994 hingga kini menunjukkan satu hal yang konsisten: kawasan ini tidak pernah benar-benar berhenti berkembang.

Bagi yang tertarik menjadi bagian dari kota mandiri ini, berbagai pilihan cluster dan hunian yang tersedia saat ini bisa dilihat langsung di halaman CitraRaya Tangerang.

Siap Menemukan Rumah Impian Anda?

Cari hunian Ciputra Residence yang sesuai kebutuhan Anda, atau hitung dulu simulasi KPR untuk mengetahui kemampuan finansial Anda.