PT Ciputra Residence bersama PT Putra Asih Laksana telah menyepakati rencana pengembangan proyek Citra Maja Raya 2 seluas 266 Hektar yang merupakan perluasan dari pembangunan kota baru Citra Maja Raya seluas 2.000 Hektar. Kesepakatan tersebut ditandai dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah dilaksanakan pada hari Jumat, 9 September 2016 di Ciputra World 1 Jakarta.
Direktur Utama PT Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata mengatakan dalam kerja sama yang ditandatangani hari ini (9/9/2016), Citra Maja Raya 2 merupakan bagian pengembangan dari Kota Baru Publik Maja seluas 10.000 Hektar yang saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mengembangkan kota baru di barat Jakarta.
Direktur Utama PT Putra Asih Laksana, Benny Tjokrosaputro menjelaskan bahwa “Pengembangan Citra Maja Raya 2 seluas 266 ha ini akan terdiri dari +/- 12.000 unit rumah, komersial area, fasilitas, dan direncanakan akan di-launching akhir tahun 2016 ini. Kami optimis kebijakan bunga rendah, diperlonggarnya LTV oleh Bank Indonesia, paket-paket kebijakan ekonomi di bidang properti akan membuat industri properti di Indonesia bergairah kembali,” jelas Benny.
[cycloneslider id=”cmr-2″]
Seperti diketahui, Citra Maja Raya merupakan kawasan kota terpadu seluas 2.000 hektar yang dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang menjadikan Stasiun Maja sebagai simpul transportasi (Hub). Saat ini lokasi Maja sudah terkoneksi dengan jalur Double Track dan kereta api Commuter Line. Waktu tempuh dari Stasiun Maja sampai ke pusat-pusat pertumbuhan baru, antara lain Serpong dapat ditempuh dalam waktu 45 menit dan Tanah Abang dapat ditempuh dalam waktu 90 menit. Itu artinya, pertimbangan efisiensi waktu dan biaya menjadi perhatian yang sangat penting dalam membeli rumah.
Seperti diketahui, pengembangan tahap pertama Citra Maja Raya seluas 430 Hektar sudah terjual lebih dari 7.000 unit rumah dan 500 ruko dari 13 kluster yang sudah dipasarkan. Tingginya minat akan kebutuhan rumah yang layak dan berkualitas ditunjukkan dengan masih tingginya permintaan akan hunian dengan harga terjangkau di Jabodetabek dan sekitarnya. Hal ini juga ditunjukkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2016 angka backlog perumahan secara nasional mencapai 11,4 juta unit rumah.
“Prospek pengembangan perumahan skala kota (township) sangat diminati dan mampu memberikan value added (nilai tambah) bagi konsumennya, antara lain: pengembangan yang lebih terencana, terintegrasi, dan lebih lengkap dari sisi sarana, prasarana, serta fasilitas. Hal ini pula yang menjadikan proyek-proyek yang dikembangkan Ciputra Group menjadi incaran dan rebutan para konsumen,” tegas Budiarsa.
JAKARTA, 14 September 2016 – CitraRaya City Jambi sebagai salah satu mahakarya kawasan skala kota besar yang telah dikembangkan oleh PT Ciputra Residence menandatangani perjanjian pengikatan hibah tanah total seluas 6 hektar dengan Yayasan Muslim Jambi yang rencananya diperuntukan bagi pembangunan fasilitas mesjid dan sekolah. Penandatanganan ini dilaksanakan di Hotel Mulia, Jakarta oleh kedua belah pihak, disaksikan oleh Yayasan Al-Azhar Jakarta dan disahkan di hadapan notaris.
Rencana pembangunan fasilitas sosial penunjang kebutuhan bagi masyarakat CitraRaya City maupun sekitarnya akan dimulai bertahap, dimana dalam empat bulan pertama sejak ditandatanganinya Perjanjian Pengikatan Hibah Tanah agar rencana gagasan teknisnya sudah dapat dirampungkan. Prioritas awal yaitu pembangunan mesjid yang dilanjutkan dengan pembangunan sekolah. Khusus pembangunan sekolah, Yayasan Muslim Jambi menggandeng Yayasan Al-Azhar Jakarta sebagai penyelenggara bidang pendidikan yang selama ini telah tersebar cabangnya di beberapa kota di Indonesia.
Menanggapi hal ini, Direktur Ciputra Group, Meiko Handoyo mengatakan, ”Merupakan kebanggaan bagi kami untuk bekerja sama dengan Yayasan Muslim Jambi, semoga kiranya tanah hibah untuk kepentingan sosial ini memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjadi sarana kebanggaan tidak hanya CitraRaya City Jambi tetapi masyarakat Jambi secara umum.
[cycloneslider id=”crc-hibah”]
Hal ini sesuai dengan misi KSO antara Ciputra Group dan PT Mendalo Prima Intiland selaku pemilik lahan yaitu menjadikan CitraRaya City Jambi proyek terpercaya dalam membangun proyek berskala kota melalui sinergi hunian, komersial serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. Tidak dapat dipungkiri, CitraRaya City Jambi adalah pilot project hunian berskala kota seluas 1000ha yang berada di Kabupaten Muaro Jambi, terbesar dan satu satunya di Propinsi Jambi. Kedekatannya secara lokasi dengan Universitas Jambi dan Universitas Islam Negeri Jambi, mempersepsikan Kabupaten Muaro Jambi sebagai pusat pendidikan Jambi. Hal ini sangat kondusif bagi kerjasama antara Yayasan Mulism Jambi dan Yayasan Al Azhar Jakarta dilahan seluas 6 hektar.
Sementara itu mewakili pihak KSO (Kerja Sama Operasional) sebagai mitra CitraRaya City Jambi yaitu Wilianto, selaku Direktur PT Mendalo Prima Intiland mengatakan,”Penggunaan lahan untuk fasilitas sosial ini diharapkan dapat memberikan value added terhadap Kabupaten Muaro Jambi pada khususnya serta Jambi pada umumnya sehingga dapat dipergunakan dengan baik oleh masyarakat Jambi baik untuk menjalankan ibadah dan melengkapi kebutuhan strata pendidikan yang berkualitas.”
Pihak Yayasan Muslim Jambi selain mengolah dan memanfaatkan lahan tersebut, pihak ini juga diberikan keleluasaan fasilitas infrastruktur di CitraRaya City Jambi selama pembangunan berlangsung dan kegiatan operasional pendidikan kedepannya. Menanggapi hal ini, Arijani Lasmawati sebagai Ketua Yayasan Muslim Jambi menegaskan, ”Kami akan memanfaatkan sebaik-baiknya pengembangan tanah hibah ini karena hal ini merupakan komitmen kami untuk turut mendukung program pemerintah daerah Jambi dengan menyediakan fasilitas sosial masyarakat dan memberikan manfaat sebesar-besarnya karena akan menunjang pembangunan bidang ekonomi, sosial dan budaya masyarakat kota Jambi.”
CitraRaya Tangerang kembali mencatatkan prestasi dalam penjualan cluster terbarunya Neo Benevento di kawasan Villaggio. Belum diluncurkan, unit di cluster tersebut ternyata sudah ludes terjual 100 persen. Alhasil, rencana grand launching yang akan dilaksanakan pada 17 September 2016 mendatang dibatalkan
Sebelumnya, bulan Agustus 2016, CitraRaya juga mencatatkan prestasi serupa. Sebanyak 1.000 unit rumah di Kawasan BizHome habis terjual sebelum acara grand launching berlangsung. Akhirnya untuk memenuhi permintaan unit rumah yang terus menngkat di CitraRaya, dibuka kembali cluster baru yaitu Cluster Jade dengan jumlah unit terbatas di kawasan BizLink.
GM Marketing PT Ciputra Residence Yance Onggo mengatakan, cluster Jade dipasarkan dengan harga mulai Rp310 juta termasuk PPN, KPR DP 10 persen. Cicilan mulai Rp2,9 juta per bulan. Cluster tersebut berada di Kawasan BizLink yang merupakan kawasan terpadu dengan total pengembangan seluas 100 hektar yang dikembangkan dengan jargon “An Integrated and Environmental-friendly Logistic, Residential and Commercial Park”.
Lokasinya strategis, berada di dalam kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang. Selain itu dikelilingi oleh lebih dari 600 perusahaan dengan tenaga kerja lebih dari 240 ribu orang, sangat menjanjikan untuk investasi atau disewakan.
“The time is now jika mau tinggal sekaligus berinvestasi di CitraRaya, harga tanah masih 4 juta per meter persegi. Atau 25 persen dari harga di Serpong dengan jarak radius 10 kilometer, padahal idealnya 50 persen dari harga di Serpong yaitu sekitar 7,5 juta per meter persegi, sehingga ada room kenaikan harga yang masih masuk akal sekitar Rp3,5juta per meter persegi,” kata Yance.
Menurutnya pembukaan cluster baru ini adalah kesempatan emas bagi pemburu properti di kawasan CitraRaya. Terutama kawasan BizLink. Ini karena fasilitas kawasan ini sudah berskala kota mandiri dan akan terus bertambah lengkap. Sebentar lagi, tepatnya 21 Oktober 2016, akan segera dibuka EcoPlaza.
EcoPlaza merupakan pusat lifestyle dan entertainment terbaru di CitraRaya Tangerang. Tenant ternama seperti Farmers Market, CGV Blitz, Maxx Coffee, Solaria, Fun World, Baskin Robbins,Batik Keris, dan lain-lain akan membuka gerainya di sini.
EcoPlaza akan melengkapi fasilitas-fasilitas skala kota mandiri yang sebelumnya sudah ada seperti city market, auto center, sekolah, universitas, rumah ibadah, feeder bus, sport club, family club, hotel, trans feeder bus, Ciputra Hospital, Pusat Kuliner Ciffest, pusat perbankan, dan hiburan keluarga seperti Water World dan World of Wonder Theme Park.
DR. (HC). Ir. Ciputra lahir di kota kecil Parigi, Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931 dengan nama Tjie Tjin Hoan, ia anak ke 3 dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio yang juga berlatar belakang keluarga sederhana. Ketika berusia 12 tahun ia kehilangan ayahnya yang meninggal di tahanan tentara pendudukan Jepang karena tuduhan palsu dianggap mata-mata Belanda.Kepahitan masa kecil telah menimbulkan tekad dan keputusan penting yaitu memiliki cita-cita bersekolah di Pulau Jawa demi hari depan yang lebih baik, bebas dari kemiskinan dan kemelaratan. Akhirnya DR. (HC). Ir. Ciputra kecil kembali ke bangku sekolah walau terlambat. Ia terlambat karena negara kita masih dalam suasana peperangan dengan tentara Belanda maupun Jepang. Ia masuk kelas 3 SD di desa Bumbulan walau usianya sudah 12 tahun atau terlambat hampir 4 tahun. Ketika usianya 16 tahun lulus dari SD kemudian melanjutkan SMP di Gorontalo dan jenjang SMA di Menado setelah itu memasuki ITB jurusan arsitektur di Bandung. Terlambat tapi bukan berarti terhambat bukan?
Keseluruhan pendidikan masa remaja DR. (HC). Ir. Ciputra memang merupakan gabungan dari pendidikan yang akademis dan juga non akademis, di dalam kelas dan juga di luar kelas. Inilah yang dapat disebut sebagai sekolah kehidupan yang membuat seseorang tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan utuh. Oleh karena itu tidak heran bila saat ini ia berpendapat bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membangun manusia seutuhnya dan beberapa cirinya adalah membangun moral, mendorong kreativitas dan mendidik karakter-karakter mandiri siswa-siswinya.
Karya-karya besar Ciputra begitu beragam, karena hampir semua subsektor properti dijamahnya. Ia kini mengendalikan 5 kelompok usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti. Proyek kota barunya kini berjumlah 11 buah tersebar di Jabotabek, Surabaya, dan di Vietnam dengan luas lahan mencakup 20.000 hektar lebih. Ke-11 kota baru itu adalah Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Puri Jaya, Citraraya Kota Nuansa Seni, Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Indah, Citra Indah, Kota Taman Metropolitan, CitraRaya Surabaya, Kota Baru Sidoarjo, dan Citra Westlake City di Hanoi, Vietnam. Proyek-proyek properti komersialnya, juga sangat berkelas dan menjadi trend setter di bidangnya. Lebih dari itu, proyek-proyeknya juga menjadi magnit bagi pertumbuhan wilayah di sekitarnya.
Perjalanan bisnis Ciputra dirintis sejak masih menjadi mahasiswa arsitektur Institut Teknologi Bandung. Bersama Ismail Sofyan dan Budi Brasali, teman kuliahnya, sekitar tahun 1957 Ciputra mendirikan PT Daya Cipta. Biro arsitek milik ketiga mahasiswa tersebut, sudah memperoleh kontrak pekerjaan lumayan untuk masa itu, dibandingkan perusahaan sejenis lainnya. Proyek yang mereka tangani antara lain gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh. Tahun 1960 Ciputra lulus dari ITB. Ke Jakarta…Kita harus ke Jakarta, sebab di sana banyak pekerjaan, ujarnya kepada Islamil Sofyan dan Budi Brasali. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah yang menentukan jalan hidup Ciputra dan kedua rekannya itu. Dengan bendera PT Perentjaja Djaja IPD, proyek bergengsi yang ditembak Ciputra adalah pembangunan pusat berbelanjaan di kawasan senen. Dengan berbagai cara, Ciputra adalah berusaha menemui Gubernur Jakarta ketika itu, Dr. R. Soemarno, untuk menawarkan proposalnya. Gayung bersambut. Pertemuan dengan Soemarno kemudian ditindak lanjuti dengan mendirikan PT Pembangunan Jaya, setelah terlebih dahulu dirapatkan dengan Presiden Soekarno.
Setelah pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jaya. Melalui perusahaan yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus profesional yang handal dalam menghimpun sumber daya yang ada menjadi kekuatan bisnis raksasa. Grup Jaya yang didirikan tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, kini memiliki total aset sekitar Rp. 5 trilyun.
Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra. Jumlah seluruh anak usaha dari Kelima grup itu tentu di atas seratus, karena anak usaha Grup Jaya saja 47 dan anak usaha Grup Metropolitan mencapai 54. Mengenai hal ini, secara berkelakar Ciputra mengatakan: Kalau anak kita sepuluh, kita masih bisa mengingat namanya masing-masing. Tapi kalau lebih dari itu, bahkan jumlahnya pun susah diingat lagi.Fasilitas merupakan unsur ketiga dari 10 faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Konsumen harus dipuaskan dengan pengadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial selengkapnya. Tapi fasilitas itu tidak harus dibangun sekaligus pada tahap awal pengembangan. Jika fasilitas selengkapnya langsung dibangun, harga jual akan langsung tinggi. Ini tidak akan memberikan keuntungan kepada para pembeli pertama, selain juga merupakan resiko besar bagi pengembang.
Ciputra memiliki saham di lima kelompok usaha (Grup Jaya, Grup Metropolitan, Grup Pondoh Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra). Dari Kelima kelompok usaha itu, Ciputra tidak menutupi bahwa sebenarnya ia meletakkan loyalitasnya yang pertama kepada Jaya. Pertama, karena ia hampir identik dengan Jaya. Dari sinilah jaringan bisnis propertinya dimulai. Sejak perusahaan itu dibentuk tahun 1961, Ciputra duduk dalam jajaran direksinya selama 35 tahun: 3 tahun pertama sebagai direktur dan 32 tahun sebagai direktur utama, hingga ia mengundurkan diri pada tahun 1996 lalu dan menjadi komisaris aktif. Kedua, adalah kenyataan bahwa setelah Pemda DKI, Ciputra adalah pemegang saham terbesar di Jaya.PT Metropolitan Development adalah perusahaannya yang ia bentuk tahun 1970 bersama Ismail Sofyan, Budi Brasali, dan beberapa mitra lainnya. Kelompok usaha Ciputra ketiga adalah Grup Pondok Indah (PT Metropolitan Kencana) yang merupakan usaha patungan antara PT Metropolitan Development dan PT Waringin Kencana milik Sudwikatmono dan Sudono Salim. Grup ini antara lain mengembangkan Perumahan Pondok Indah dan Pantai Indah Kapuk. Kelompok usaha yang keempat adalah PT Bumi Serpong Damai, yang didirikan awal tahun 1980-an. Perusahaan ini merupakan konsorsium 10 pengusaha terkemuka – antara lain Sudono Salim, Eka Tjipta Widjaya, Sudwikatmono, Ciputra dan Grup Jaya – yang mengembangkan proyek Kota Mandiri Bumi Serpong Damai seluas 6.000 hektar, proyek jalan tol BSD – Bintaro Pondok Indah, dan lapangan golf Damai Indah Golf.
Grup Ciputra adalah kelompok usahanya yang Kelima. Grup usaha ini berawal dari PT Citra Habitat Indonesia, yang pada awal tahun 1990 diakui sisi seluruh sahamnya dan namanya diubah menjadi Ciputra Development (CD). Ciputra menjadi dirutnya dan keenam jajaran direksinya diisi oleh anak dan menantu Ciputra. Pertumbuhan Ciputra Development belakangan terasa menonjol dibandingkan keempat kelompok usaha Ciputra lainnya. Dengan usia paling muda, CD justru yang pertama go public di pasar modal pada Maret 1994. Baru beberapa bulan kemudian Jaya Real properti menyusul. Total aktiva CD pada Desember 1996 lalu berkisar Rp. 2,85 triliun, dengan laba pada tahun yang sama mencapai Rp. 131,44 miliar. CD kini memiliki 4 proyek skala luas: Perumahan Citra 455 Ha, Citraraya Kota Nuansa Seni di Tangerang seluas 1.000 Ha, Citraraya Surabaya 1.000 Ha, dan Citra Indah Jonggol. 1.000 Ha. Belum lagi proyek-proyek hotel dan mal yang dikembangkannya, seperti Hotel dan Mal Ciputra, serta super blok seluas 14,5 hektar di Kuningan Jakarta. Grup Ciputra juga mengembangkan Citra Westlake City seluas 400 hektar di Ho Chi Minh City, Vietnam. Pembangunannya diproyeksikan selama 30 tahun dengan total investasi US$2,5 miliar. Selain itu, CD juga menerjuni bisnis keuangan melalui Bank Ciputra, dan bisnis broker melalui waralaba Century 21.
Sejak beberapa tahun lalu, Ciputra menyatakan Kelima grup usahanya – terutama untuk proyek-proyek propertinya – ke dalam sebuah aliansi pemasaran. Aliansi itu semula diberi nama Sang Pelopor, tapi kini telah diubah menjadi si Pengembang. “Nama Sang Pelopor terkesan arogan dan berorientasi kepada kepentingan sendiri,” ujar Ciputra tentang perubahan nama itu.
PT Ciputra Residence berhasil mengantongi penjualan hingga Rp50 miliar dalam masa libur lebaran selama 4 – 10 Juli 2016.
General Manager Marketing PT Ciputra Residence Yance Onggo mengatakan penjualan terbanyak berasal dari proyek perumahan BizHome Residence di Cikupa, Tangerang. Perusahaan berhasil membukukan 114 unit dengan nilai Rp45 miliar.
“Kami baru pasarkan pertengahan Juni kemarin dengan rencana awal 300 unit, tetapi permintaan masyarakat tinggi. Jika diakumulasikan dengan penjualan seminggu lalu, BizHome sudah terjual sekitar 572 unit atau senilai Rp215 miliar,” Yance mengatakan perumahan dengan tiga kluster tersebut rencananya baru akan diluncurkan pada Agustus ini. Namun, melihat animo masyarakat yang tinggi perusahaan optimis sisa 428 unit akan terjual sebelum peluncuran nanti.
BizHome menawarkan dua tipe rumah dengan fasilitas dua kamar tidur dan luas tanah / luas bangunan 27/60 dan 36/72. Seluruh unit menggunakan atap baja ringan dan dinding bata merah yang terjamin kualitas bangunannya.
Sekitar 70% konsumen, lanjut Yance, menggunakan pembelian dengan skema kredit kepemilikan rumah (KPR). Hal tersebut, menjadikan indikasi mayoritas BizHome dijadikan sebagi pilihan hunian pertama untuk masyarakat yang baru membeli rumah.
“Saya menduga kebanyakan enduser paling 30% saja yang investor. Kawasan BizHome sesuai sensus 2014 lalu dikelilingi oleh 5.00 perusahaan multinasional dengan 240.000 karyawan yang pasti membutuhkan hunian yang dekat dengan tempat kerja,” ujar Yance.
Dia mengatakan dengan potensi wilayah yang strategis dan harga yang terjangkau peluang penjualan properti untuk hunian ke depan diperkirakan masih akan tinggi. Bagi investor pun potensi sewa juga sangat menjanjikan.
Ciputra dengan lahan seluas 2.760 hektare masih akan mengembangkan area komersil dan apartemen maupun kondotel ke depannya.
“Kuartal III/2016 ini kami rencanakan pengembangan lainnya, saat ini lahan yang sudah digunakan sekitar 800 hektare,” katanya.
Sementara itu, Yance menambahakan masa libur lebaran juga berhasil menghabiskan sekitar 20-an unit di Citra Maja Raya atau senilai Rp5 miliar. Dengan penjualan tersebut, Citra Maja hingga saat ini telah berhasil menjual sekitar 7.000 unit dalam 13 kluster.
Yance mengatakan pada kuartal selanjutnya perusahaan juga tengah bersiap meluncurkan 1.000 unit rumah tapak dan rumah toko. “Untuk harga masih kami pertimbangkan apakah sama dengan unit sebelumnya yang berkisar Rp140 juta atau lebih tinggi atau lebih rendah,” katanya.
Campsis adalah salah satu hunian dengan konsep rumah modern minimalis yang terletak di cluster Green Leaf. Cluster Green Leaf ini terletak di kawasan South Leaf, yaitu kawasan terdepan dan pertama dari CitraGarden BMW Cilegon yang telah benar-benar merepresentasikan perpaduan antara desain modern dan alam hijau nan asri.
Huniah yang mempunyai luas tanah sebesar 144 m2 ini memiliki fasilitas taman out door yang dapat membuat kesan lingkungan luar rumah anda menjadi segar dan sejuk, selain itu juga terdapat car port yang bisa menampung sampai 2 buah mobil. Rasanya huniah seperti ini sangat cocok untuk keluarga modern Anda.
Campsis yang namanya diambil dari nama sebuah bunga ini memiliki luas bangunan sebesar 130 m2. Huniah yang terdiri dari 2 lantai ini memiliki beberapa ruangan. Pada lantai 1 terdapat ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur utama, dapur, dua kamar mandi dan ruang service yang dapat digunakan untuk mencuci dan menjemur pakaian. Selanjutnya di lantai 2, ada dua kamar tidur anak, satu kamar pembantu dan juga terdapat dua kamar mandi.
Sesuai dengan konsepnya, yaitu rumah modern minimalis maka perpanduan warna coklat pun dipilih menjadi warna utama pada hunian Campsis ini. Warna coklat dipercaya dapat menghadirkan suasana yang ramah dan welcoming serta menenangkan bagi penghuni maupun orang yang bertamu ke dalam rumah ini.
Daya tarik lainnya dari hunian ini adalah huniah ini merupakan hunian yang dapat tumbuh atau dikembangkan lagi. Mengapa dikatakan seperti itu? Karena luasan tanah yang mumpuni sangat memungkinkan untuk para penghuni membangun atau mengembangkan lagi rumah ini.
CitraGarden City Malang ingin memberikan panduan liburan bagi keluarga yang tentunya ke tempat wisata favorite dan bahkan unik yang ada di kota Malang. Sebagai Kota terbesar kedua di Jawa Timur, Malang memang tidak sepi dengan kawasan wisatanya. Diibaratkan, apapun yang dibutuhkan pastinya tersedia lengkap. Namun, untuk memulainya petualangan berharga dengan memberikan kualitas kebersamaan dengan keluarga tentunya harus dimaksimalkan. Nah, dasar inilah yang menjadikan CitraGarden City Malang (CGCM) untuk segera menghadirkan wahana hiburan keluarga terbaik di Kota Malang. Mari kita telusuri fakta-nya.
CitraGarden City Malang, Group Ciputra ini hadir di Kota Malang dengan menempati lahan yang special, dimana, lahan berkontur dan udara yang masih terjaga kebersihannya, view kota Malang dan pegunungan “Sleeping Beauty Mountain” yang menjadi kelebihannya menjadikan CitraGarden City Malang menjadi pilihan dalam berinvestasi. Guna melengkapi itu semua, sebuah wahana hiburan keluarga bakal Ciputra Group hadirkan untuk memanjakan penghuni dan masyarakat sekitarnya.
CitraGarden City Malang tidak hanya menyuguhkan perumahan berkualitas yang dipadu dengan pemandangan yang memanjakan para penghuninya. CitraGarden City Malang juga bakal menghadirkan sebuah wahana hiburan keluarga terbaik di Kota Malang. Rencananya, wahana hiburan keluarga ini mulai dibangun awal 2017 mendatang dan akan menempati lahan diatas bukit Puncak Buring, Wahana Keluarga ini dipastikan bakal menjelma menjadi wahana pilihan utama penghuni dan masyarakat sekitar.
Tempat wisata ini menjanjikan hiburan dan sarana rekreasi yang nyaman dan menarik, untuk menikmati kesenangan tak terbatas bagi keluarga tercinta. Pasalnya, selain dilengkapi dengan berbagai wahana yang beragam juga didesain dengan penuh artistik. Semuanya dipastikan mampu menghipnotis pengunjungnya. Bisa dibilang, puluhan wahana adventure di kolam renang tematik ini mampu menyihir dan menawarkan keseruan yang maksimal bagi pengunjung.
Wahana Air di CitraGarden City Malang ini tidak hanya memberikan konsep sport semata. Dengan berbagai wahana yang menjadi pilihannya nanti. Lebih dari itu, konsep wisata keluarga juga dapat diperoleh disini dengan menempatkan spot-spot yang teduh dan artistik yang dapat dimanfaatkan untuk bercengkerama dengan keluarga. Tak salah bila, wahana hiburan keluarga ini didedikasikan Ciputra Group untuk memanjakan para penguninya sekaligus dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Istilah “EcoHome” di CitraGrandCity kini semakin sering terdengar di masyarakat. Namun, sebenarnya seperti apa arti dari EcoHome ini? Seperti apakah hunian yang EcoHome ini? Seringkali EcoHome diartikan sebagai hunian yang ekonomis, namun melalui artikel ini kami coba meluruskan pendapat ini. EcoHome ini erat kaitannya dengan energi, bersahabat dengan alam dan terutama yang berdampak bagi lingkungan.
Sebagai salah satu bentuk realisasi program EcoCulture (Konsep pembangunan berwawasan lingkungan) CitraGrand City sudah menerapkan metode dan upaya untuk menjaga lingkungan agar tetap berkesinambungan melalui konsep EcoHome. EcoHome ini merupakan konsep hunian sehat berwawasan lingkungan yang diterapkan disemua sudut pengembangan CitraGrand City.
Bukaan Lebar Untuk Sirkulasi dan Pencahayaan
CitraGrand City menerapkan pemanfaatan secara optimal untuk sumber daya alam yang tidak terbatas seperti sinar matahari dan udara untuk setiap hunian. Setiap hunian dilengkapi dengan bukaan yang cukup berupa jendela besar sehingga cahaya matahari dapat diserap secara maksimal serta dapat menciptakan sirkulasi udara yang baik. Tentunya ini akan mengurangi penggunaan daya listrik di siang hari.
Lahan Terbuka Hijau Luas
Kurang lebih 40% lahan CitraGrand City dialokasikan untuk lahan terbuka hijau dalam bentuk taman lingkungan, taman rumah maupun greenbelt dan landscape hijau di kawasan CitraGrand City. Pepohonan yang dipilih pun berdasarkan fungsi peneduhnya dan mampu menurunkan temperatur udara di lingkungan CitraGrand City, setidaknya 1-2 derajat dibanding kawasan di luar CitraGrand City. Udara di kawasan CitraGrand City juga segar dan lebih bebas polusi dibandingkan di perkotaaan.
Dengan lahan terbuka hijau yang luasnya mencapai 40% lahan project, para warga kerap menggunakannya sebagai sarana untuk berolahraga seperti bersepeda maupun senam aerobik massal atau sekedar berjalan-jalan di pagi hari.
Pengunaan Material Ramah Lingkungan
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap Sumber Daya Alam seperti Kayu dan Triplek, maka setiap unit EcoHome dirancang dengan menggunakan material ramah lingkungan seperti Kusen Alumunium, plafond gypsum dan juga rangka atap baja ringan.
Edukasi Penghuni dengan Penggunaan Dual Trash Bin dan Lampu LED
Untuk membantu pemilahan sampah agar menjadi lebih mudah, setiap unit EcoHome dilengkapi dengan Dual Trash Bin. Melalui dual trash bin penghuni diedukasi untuk mulai memisahkan sampah organik dan non organik. Program penggunaan lampu LED juga sedang digalakkan oleh CitraGrand City karena terbukti berhasil menghemat penggunaan listrik.
Masjid Raya CitraGrand City yang sudah selesai pembangunannya akan segera diresmikan oleh Walikota Palembang, H Harnojoyo S.Sos penggunaannya bagi warga CitraGrand City dan sekitarnya pada Jumat 3 Juni 2016 mendatang. Masjid yang bernuansa modern minimalis ini dapat menampung 1.000 jemaah dan letaknya yang strategis karena berada di Jalan Boleuvard Utama kawasan CitraGrand City.
Ketua Pengurus Masjid Raya CGC Jafarudin mengatakan masjid ini dibangun diatas lahan 3.400 m2 dengan luas bangunannya 800m2 dengan total biaya mencapai Rp.4 Milyar.
Menurut Jafar konsep EcoCulture CitraGrand City sangat kental terasa di Masjid Raya ini, karena selain dibangun diatas lahan dengan kontur tanah yang tinggi, tepat di halaman Masjid Raya ditanami lima pohon kurma, lalu ada juga pohon lainnya seperti polthoprum, pohon trembesi, kamboja, dan palm phoenix. Halaman masjid yang hijau ditanami rumput peking serta dilengkapi pula dengan tanaman gardenia, air mancur, bakung, dan calathea.
“Masjid Raya ini terasa nuansa modern minimalisnya, karena bentuk kotak yang menjadi bentuk dasar bangunan. Maksud dari konsep kotak ini menyampaikan pesan “kesederhanaan” dalam Islam. Disamping perihal fungsi bangunan utama sebagai tempat salat, bentuk kotak juga merupakan bentuk paling optimal dibanding bentuk geometri yang lain,” jelas Jafar.
Selain itu Masjid Raya CitraGrand City ini mempunyai keunikan dengan tingginya mencapai 10 meter. Jika dilihat dari samping akan mengerucut di bagian mihrab yang merupakan perwujudan dari posisi sujud orang sholat. “Sujud merefleksikan ketaatan pada Allah SWT,” ujarnya.
Elevasi terendah di bagian muka kavling di gunakan sebagai area parkir, sedangkan pada elevasi tanah tertinggi ditempatkan bangunan utama berupa ruang salat yang diapit oleh dua bangunan pendukung, yaitu area wudhu pria dan wanita.
Gunadi Wirawan, project director of CitraGrand City Palembang menjelaskan, masjid ini merupakan salah satu fasilitas terbaik yang dimiliki di Perumahan Citra Grand City, yang berkonsep EcoCulture ini. Ini bentuk dari pelayanan kepada warga perumahan dan masyarakat sekitarnya. “Mudah mudahan bisa menjadi sarana ibadah yang khusyuk bagi warga,” pungkasnya
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hari ini meresmikan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Kalideres di Citra 1, perumahan CitraGarden City, Jakarta Barat. Dia berharap dengan adanya RPTRA itu, kebutuhan anak-anak semakin terpenuhi.
Ahok hadir di RPTRA Kalideres, Perumahan Citra Garden 6, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa, (3/5/2016) pagi. Kehadirannya telah ditunggu ratusan warga yang menyemut di lokasi.
Turun dari mobil, Ahok yang mengenakan seragam PNS warna cokelat langsung melangkah menerobos kerumunan warga. Dia tampak ramah menyalami ratusan warga yang antusias memanggil-manggil namanya. mantan bupati Belitung Timur ini juga meladeni permintaan warga untuk berfoto atau selfie.
[cycloneslider id=”rptra”]
Dalam sambutannya, Ahok mengingatkan warga setempat menjaga dan memanfaatkan RPTRA Kalideres untuk kebutuhan anak-anak. Dia berharap RPTRA tersebut jadi area bermain yang asyik dan aman untuk anak-anak.
“Semoga dengan diresmikannya ruangan ini, anak-anak semakin terpenuhi kebutuhannya. Mereka bisa senang bermain setiap hari,” ujar Ahok di atas mimbar.
Selepas memberikan sambutan singkat, Ahok kemudian meresmikan RPTRA Kalideres tepat pukul 09.30 WIB. Ia kemudian berkeliling meninjau arena bermain untuk anak-anak selama kurang lebih 45 menit.
Berdasarkan pengalaman itu, Ahok menginginkan di setiap wilayah yang padat penduduk harus dibangun sebuah RPTRA. Hal ini dikatakan Ahok untuk memenuhi kebutuhan keluarga, khususnya anak-anak.
“Jadi kita belajar satu hal pak wali kota, pak camat, pak lurah, usahakan semakin padat suatu wilayah maka harus ada RPTRA. Sehingga keluarga ini bisa saling berbagi, apalagi anak-anak mau kembangkan apa bisa,” tutur dia.
Setelah meresmikan RPTRA Kalideres di Citra 1, bapak walikota beserta romongannya mengarah ke Citra 2 untuk melanjutkan peresmian RPTRA Pegadungan di Citra 2. Lokasi RPTRA terletak bersebelahan dengan WTP (Water Treatment Plant) Citra 2. Dalam peresmian RPTRA Pegadungan yang berlangsung hingga siang hari, bapak walikota Jakarta Barat mewakili peresmian dengan kata sambutan dan dilanjutkan pemotongan tali bunga.